Jakarta Diguyur Hujan, Pintu Air Manggarai Jadi Lautan Sampah

36
Tumpukan sampah di pintu air Manggarai (Foto: Asep)

MONITOR, Jakarta – Hujan yang mengguyur Ibukota dan sekitarnya, Rabu (8/10) malam menyebabkan penumpukan sampah di pintu air Manggarai, ratusan kubik sampah menutupi aliran air di pintu air Manggarai.

Pemprov DKI pun mengklaim bahwa sampah-sampah tersebut merupakan sampah kiriman dampak dari hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya.

“Sejak tadi malam sampah di Pintu Air Manggarai meningkat. Lebih dari 322 meter kubik sampah sudah berhasil diangkat. Sampah tersebut dikirim ke TPST Bantargebang menggunakan 7 rit truk sampah typer besar dan 11 rit typer kecil,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, Rabu pagi (9/10).

Tampak di lokasi, berbagai macam jenis sampah seperti ranting pohon, plastik, kayu yang berukuran besar dan sampah rumah tangga lainnya. Proses pemindahan sampah dari Pintu Air Manggarai dilakukan dengan menggunakan 1 unit alat berat Liebher dan 2 unit excavator long arm, sehingga memudahkan petugas untuk mengangkat sampah.

Andono mengatakan jika sampah di Pintu Air Manggarai tidak segera diangkat, maka pintu air akan tersumbat dan air akan meluap ke permukaan yang bisa mengakibatkan banjir.

“Kami antisipasi dengan menyiagakan petugas di lokasi tersebut selama 24 jam. Sejak semalam, petugas giat melakukan pengangkatan sampah,” katanya.

Selain di Pintu Air Manggarai, petugas juga bersiaga di Kali Ciliwung BKB Season City. Di lokasi ini sejak semalam berhasil diangkat sampah sebanyak 72 meter kubik sampah dengan menggunakan excavator long arm dan excavator spider. Sampah tersebut dikirim ke TPST Bantargebang menggunakan 3 rit truk sampah typer besar.

Petugas dan armada juga disiagakan 24 jam di Jembatan Kali Ciliwung Kampung Melayu untuk mengantisipasi tumpukan sampah kiriman. Namun, lokasi ini sampai pagi masih kondusif dan belum ada pengangkatan sampah.

Andono mengungkapkan, pihaknya sudah mengantisapasi kesiapan penanganan sampah di musim penghujan dengan menyiagakan satgas penanganan sampah musim penghujan. Di setiap lokasi rawan tumpukan sampah saat banjir kiriman ditempatkan petugas untuk memantau perkembangan situasi.

“Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas eksisting di ruas tersebut, maka personel dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi itu. Kita siaga 24 jam,” tegasnya.

Personel yang disiagakan dalam satgas penanganan sampah di musim penghujan berkekuatan 4000 orang dari UPK Badan Air. Sementara itu, sarana yang disiagakan terdiri dari 44 pikap angkut sampah, 50 truk sampah, 5 excavator jenis spider, 6 excavator long arm, 20 excavator jenis biasa serta 1 excavator liebher yang didampingi oleh 23 orang petugas mobilisasi dan 12 orang petugas mekanik.