Protes Netizen Ketika Faldo Maldini ‘Loncat’ Partai

278
Politikus Faldo Maldini berpamitan ke Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno (dok: Twitter)

MONITOR, Jakarta – Keputusan Faldo Maldini untuk pamit dari PAN kemudian ‘loncat’ ke PSI, membuat banyak warganet kecewa. Nama Faldo Maldini memang mulai dikenal khalayak luas ketika masa-masa Pemilu 2019 lalu. Ia dan beragam aktifitasnya kerap menjadi panutan dan idola kaum muda negeri ini.

Namun dalam beberapa pekan, nama Faldo Maldini kembali ramai dibicarakan publik. Pasalnya, sebuah baliho memuat foto dirinya viral terpampang menuliskan tagline berbunyi Sumangaik Baru atau dalam bahasa Indonesia berarti Semangat Baru dan mencantumkan logo PSI di sudut kanan atas baliho. Pada tampilannya, Faldo tampak mengenakan baju putih, berkaca mata dan menggunakan peci hitam.

Faldo mengaku, dirinya tak ingin membuat panggung politik Tanah Air ini gaduh dengan munculnya baliho bergambar dirinya mencalonkan diri di Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Barat 2020. Pria kelahiran Sumatera Barat itu memutuskan untuk mundur dari partai yang telah membesarkan namanya.

Tepat pada tanggal 3 Oktober 2019, Faldo pun resmi mengundurkan diri dari PAN melalui sebuah surat. Ia mengaku keputusannya bulat usai berkonsultasi dengan ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.

“Pilihan ini saya ambil untuk menghindari kegaduhan setelah adanya dukungan dari partai politik lain kepada saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah,” kata Faldo, dalam suratnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno tampaknya sudah mengikhlaskan keputusan mantan Caleg DPR RI dapil Bogor itu. Saat melepas kepergian Faldo, Eddy sempat mendoakan agar Faldo tetap semangat mengabdi kepada masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kejujuran dan keikhlasan dalam perjuangannya kedepan.

“Tidak ada kata pamit di dunia politik. Yang ada hanya sampai jumpa di lain tempat dan waktu,” ujar Eddy Soeparno.

“Selamat mengabdi masyarakat dan berprestasi di dunia politik saudaraku Faldo Maldini. Junjung tinggi integritas, kejujuran dan keikhlasan dalam berkarya ke depannya,” tambahnya.

Berbeda dengan warganet, yang kebanyakan menelan kecewa atas keputusan pria 29 tahun itu yang memantapkan diri pindah ke PSI.

Kirain antum idealis, ternyata oportunis juga,” ujar akun @RestuKu07506529.

Waduh.. kok lompat2, dalam politik tidak ada yang instan, belum berhasil sekarang di coba lagi 5 tahun kedepan.,” tulis akun Twitter @dmuzar73.

Dalam politik kesetian adolah hal yang utamo, jo kalua nyo angku dari PAN alah manjatuah marwah angku sandiri dari politik @FaldoMaldini. Dan sejarah akan mancatat sabagai cacat moral angku dalam politik nasional,” tulis @syafriadi_asri.