Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia, Aditya Perdana
MONITOR, Jakarta – Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia Aditya Perdana mengatakan bahwa jika sistem politik dinasti menguat, maka akan sangat mempengaruhi sistem politik demokrasi di Indonesia.
“Jadi, sistem politik dinasti semakin kuat dan mengancam kualitas berdemokrasi di Indonesia,”kata Aditya, di Jakarta, Minggu (6/10).
Peryataan Aditya melihat fenomena sejumlah legislator terpilih yang merupakan bagian keluar dari beberapa kepala daerah. Ia pun tidak menampik bahwa potensi politik uang dalam pelaksanaan pemilihan juga menjadi salah satu pemicu rusaknya demokrasi di Indonesia
“Tentu hal itu menjadi stimulus menguatnya sistem dinasti. Korelasinya, apakah tokoh atau figur ini ketika memenangkan pertarungan di pilkada ataupun di pemilu legislatif menggunakan uang atau tidak,” sebutnya.
“Karena biasanya menggunakan politik uang. Dan biasanya pula, yang terkuat dan memiliki jaringan kuat biasanya adalah dinasti yang berkuasa di daerah tersebut,” pungkas dia.
MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…
MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…
MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…
MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…
MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…