MONITOR, Jakarta – Partai Gerindra mengaku tak pernah menawarkan kadernya untuk menjadi menteri ke dalam kabinet Koalisi Indonesia Kerja Jilid II. Walaupun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pernah melakukan pertemuan dengan Jokowi dan Megawati, namun bukan soal jatah menteri yang dibicarakan.
Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, menjelaskan pertemuan Prabowo itu terang membahas lima pokok pikiran kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) saat mengambil kebijakan negara.
“Gerindra mengajukan pokok-pokok pikiran kebijakan 5 tahun ke depan,” ujarnya, Sabtu (5/10).
Lima pokok pikiran yang dimaksud dituturkan Habiburokhman adalah hal energi, pangan, sumber daya air, pemerintahan yang bersih, dan pertahanan yang kuat.
“Lima hal tersebut secara tertulis diserahkan oleh Pak Prabowo kepada Pak Jokowi. Namun kapan diserahkannya pokok pikiran itu saya kurang tahu jelasnya,” terangnya.
Namun demikian, Gerindra berharap konsep yang ditawarkan itu dapat diterima oleh Jokowi dalam menyongong pemerintahan yang akan datang.
“Kalau pokok pikiran diterima dan dilaksanakan, ya alhamdulillah. Kami enggak mau berandai-andai. Yang paling penting bagi bangsa ini, (pokok pikiran) itu,” katanya.
Sementara itu, isu yang beredar, ada tiga nama yang dikabarkan disodorkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk masuk ke Kabinet Kerja jilid II, yaitu Waketum Gerindra Edhy Prabowo, Waketum Gerindra Fadli Zon. Kemudian ada satu nama mantan kader Gerindra dan calon wakil presiden 2019 Sandiaga Uno.
