Berkat Bantuan Kementan, Mojokerto Lakukan Gerakan Tanam Padi

17
Gerakan Pompanisasi dan Olah Tanah untuk Tanam Padi di Mojokerto (foto: Istimewa)

MONITOR, Mojokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mencanangkan Gerakan Pompanisasi dan Olah Tanah untuk Tanam Padi (GPOT). Kegiatan GPOT ini salah satunya dilakukan di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Kecamatan Mojosari seluas 244 hektar.

Kepala Bidang Informasi Jaringan dan Laboratorium, Balai Besar Pengembangan dan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kementan, Tri Martini mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka percepatan tanam dan olah tanah dengan pemanfaatan air dr sumur pantek. Sebagai langkah dukungan upaya tersebut, Kementan berikan bantuan 2 unit pompa air 6 inchi untuk membantu petani di wilayah Poktan Subur Makmur desa Modopuro dan Poktan Tani Mulyo desa Kedunggempol.

“Pemerintah tak berhenti mendorong petani tetap turun ke sawah untuk mengolah tanahnya untuk menanam padi. Targetnya dalam satu kawasan 100 hektar boleh mengikuti garakan ini. Kalau tidak bisa 100 hektar dalam satu kawasan, bisa 50 hektar dalam dua kawasan atau 25 hektar dalam 4 lokasi yang berdekatan,” demikian kata Tri Martini, Jumat (4/10/2019).

Kabupaten Mojokerto adalah daerah yang memiliki potensi lahan sesuai kriteria tersebut. Oleh karenanya pemerintah memfasilitasi petani dengan memberi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melakukan percepatan olah tanah dengan traktor roda dua, dan tanam dengan mengidentifikasi wilayah yang dekat sumber air. Seperti sungai bisa dengan pompanisasi dan pipanisasi maupun sumur pantek untuk wilayah yang jauh dari sumber air sungai dan waduk.

“Guna menyukseskan GPOT, saat ini tim pusat sedang turun ke lapangan semua bersama Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan dan Babinsa. Kegiatan yang terpadu antara petugas pertanian dengan TNI merupakan perwujudan kerjasama yang dituangkan dalam MOU antara Menteri Pertanian dengan Panglima TNI dalam mendukung Ketahanan Pangan,” tutur Tri.

Kegiatan Giat tanam dihadiri oleh Penanggungjawab Upsus Kabupaten, Kadistan Kabupaten Mojokerto, Pasiter Kodim 0815 Mojokerto, LO BPTP Balitbangtan Jatim, Danramil/Babinsa, Penyuluh, dan 5 poktan penerima bantuan pompa air dari Ditjen Tanaman Pangan.