BERITA

Kembangkan Lembaga Wakaf, ITB-AD Siap jadi Pusat Pengembangan Wakaf Muhammadiyah

MONITOR, Jakarta – Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Dr. Mukhaer Pakkanna, mengatakan pihaknya akan mengembangkan lembaga wakaf yang siap menampung investasi wakaf Muhammadiyah.

Hal itu disampaikannya dalam Kuliah Umum dan Seminar Program Pascasarjana ITB-AD yang bertemakan “Urgensi Gerakan wakaf dan Implementasinya di Muhammadiyah”, pada Sabtu (28/9) lalu di Ruang Syahrir Nurut ITB-AD Kampus Ciputat.

“Kami memang akan mengembangkan lembaga wakaf dan besar harapan kami ini akan menjadi percontohan bagi kampus-kampus Muhammadiyah atau amal usaha muhammadiyah lainnya atau dengan kata lain, kami siap menjadi pusat pengembangan investasi wakaf Muhammadiyah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (30/9).

Menurut Mukhaer, pengembangan bisnis melalui wakaf khususnya di Muhammadiyah memiliki asset dan potensi yang sangat besar. Hanya saja, wakaf sebagai instrumen keuangan belum mampu dioptimalkan dalam membangun ekonomi umat.

“Problemnya memang sampai dengan hari ini, Perbankan masih menjadi primadona di kalangan umat termasuk Muhammadiyah. Padahal salah satu legacy produk keuangan dalam sejarah Islam adalah potensi wakaf,” ungkapnya.

Mukhaer juga menjelaskan, bahwa dengan program pascasarjana magister ekonomi syariah yang ada di kampusnya, ada banyak sumber daya manusia yang siap membangun dan mengembangkan lembaga wakaf yang mampu memadukan teknologi dan produk wakaf.

“Saat ini, pendekatan konvensional dan administratif saja tidak cukup untuk pengembangan wakaf, tapi juga harus melalui pendekatan technopreneur. Dengan bantuan dosen dan praktisi yang menjadi tenaga pengajar dan juga lulusan program pascasarjana magister ekonomi syariah, saya yakin lembaga wakaf yang berbasis teknologi
semacam ini bisa dibangun dan dikembangkan di ITB-AD,” terangnya.

Lebih lanjut, Mukhaer berharap lembaga wakaf yang didirikan ini mampu memberdayakan umat dan membangun kemandirian ekonomi umat.

“Harapannya melalui lembaga wakaf ini, ITB-AD terlibat dalam proses pemberdayaan umat serta ikut membangun perekonomian umat yang mandiri. Wakaf yang diterima oleh lembaga ini nantinya akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif sehingga mampu melahirkan para socio technopreneur yang memang menjadi visi ITB-AD, dengan dimodali lembaga wakaf ini. Selain itu, hadirnya lembaga ini dapat meminimalisir riba di tengah masyarakat,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Amirsyah Tambunan mengaku mendukung ITB-AD menjadi pusat pengembangan Inventasi Wakaf Muhammadiyah.

“Kita sangat mengapresiasi gagasan ITB-AD soal pendirian Pusat Pengembangan aset Wakaf Muhammadiyah. Aset dana yang segar ada di perbankan minimal 20 Triliyun milik Muhammadiyah. Sedangkan aset keseluruhan dengan tanah minimal 200 Triliyun. Melalui gagasan ini, ITB-AD menjadi yang pertama Perguruan Tinggi yang concern terhadap pengembangan Wakaf Indonesia,” katanya.
 
Dukungan lainnya juga mengalir dari Prof. Raditya Sukmana, dirinya mengapresiasi langkah ITB-AD. Ia berharap, gagasan tersebut dapat dilaksanakan dan direalisasikan agar potensi wakaf khususnya di Muhammadiyah dapat berkembang.

“Potensi wakaf dengan skema pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah dapat di kembangkan dengan baik,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Prof. Dr. Raditya Sukmana, Ketua Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga, serta Dr. Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Muhammadiyah, dan Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Recent Posts

Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mengawal pemulihan…

2 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Pengamanan Aset TKIP-SDIP Pamulang Adalah Mandat Negara, KBM Dijamin Aman

MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…

16 jam yang lalu

Jelang Muktamar NU ke-35, JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

MONITOR, Jombang – Ribuan jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas,…

18 jam yang lalu

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

1 hari yang lalu

Gerak Cepat Usai Arahan Mentan Amran, SBM Kini Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman…

1 hari yang lalu

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

2 hari yang lalu