PERDAGANGAN

IHSG Bergerak Menguat, Ini Saham Rekomendasi

MONITOR, Jakarta – Sejumlah analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin  (30/9), bergerak menguat secara teknikal, meski berisiko terkoreksi. Adapun pada perdagangan terakhir, Jumat (27/9) IHSG ditutup turun 0,54% di level 6.196,89.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, IHSG hari ini secara teknikal bakal bergerak cenderung menguat.

“Di awal pekan ini IHSG akan bergerak pada level support dan resistance 6.183-6.264,” kata Lanjar.

Saham-saham yang masih dapat dicermati menurut Lanjar, di antaranya Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Mayora Indah (MYOR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Adaro Energy(ADRO), Indika Energy (INDY), Waskita Karya (WSKT), PT PP (PTPP), dan Surya Citra Media (SCMA).

Recent Posts

Kemenag Harap Pimpinan Ormawa Perkuat Kepemimpinan dan Idealisme

MONITOR, Malang - Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) harus terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan (leadership) dan idelisme.…

2 jam yang lalu

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, DPR Desak Sanksi Tegas

MONITOR, Jakarta - Kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali marak terjadi. Satu…

3 jam yang lalu

Percepat Pemulihan Bencana, KKP Kirim 1.142 Taruna ke Sumatra

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna ke Provinsi Aceh dan…

4 jam yang lalu

Menag: Isra Mikraj Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Keluarga

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW…

5 jam yang lalu

Analis: Keberhasilan Penyelamatan Pekerja Freeport Perkuat Kepercayaan Publik

MONITOR, Jakarta - Keberhasilan TNI dalam operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura…

5 jam yang lalu

Pemerintah Pulangkan 27.768 WNI Korban Konflik hingga Online Scam

MONITOR, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa pelindungan Warga Negara Indonesia…

7 jam yang lalu