Aliansi BEM se-Indonesia Tolak Ajakan Jokowi Bertemu di Istana

Aksi Demonstrasi Mahasiswa menolak RKUHP di Gedung DPR RI, Senin (23/9/2019)

MONITOR, Jakarta – Ajakan Presiden Jokowi kepada Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia untuk bertemu di Istana Presiden ditolak.

Koordinator Pusat Aliansi BEM seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah dengan tegas menolak ajakan Jokowi. Dikatakan Nurdiyansyah, Jokowi kalau ingin melakukan pertemuan dengan mahasiswa harus dilakukan di tempat terbuka bukan di Istana.

“Pak Jokowi kalau ingin bertemu kami sebaiknya ditempat terbuka saja. Supaya masyarakat semua tahu apa yang kita bicarakan,” ujar Nurdiyansyah.

Menurut Nurdiyansyah, saat ini mahasiswa tak butuh bertemu dengan Jokowi. Ia menuturkan, yang dibutuhkan mahasiswa adalah sikap tegas Jokowi dalam merespon tuntutan mahasiswa.

“Kami tak butuh bertemu Pak Presiden. Yang kami butuhkan adalah Pak Presiden memenuhi tuntutan kami,” terangnya.

Nurdiyansyah meminta Jokowi menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa secara tegas dan tuntas. Ia mengaku belajar dari pertemuan BEM seluruh Indonesia dengan Jokowi empat tahun lalu di Istana, yang justru membuat gerakan mahasiswa menjadi terpecah belah.

“Kami belajar dari proses ini dan tidak ingin menjadi alat permainan penguasa yang sedang krisis legitimasi publik, sehingga akhirnya melupakan substansi terkait beberapa tuntutan aksi yang diajukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan mengundang perwakilan mahasiswa, terutama yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Jokowi bakal bertemu mahasiswa di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/9).