BERITA

Di Hadapan Anggota DPD RI, Khofifah Paparkan Strategi Menjaga Kedaulatan NKRI

MONITOR, Jakarta – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Periode 2019-2024 mengikuti kegiatan orientasi yang diadakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Hotel JW Marriott Jakarta dan The Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan Jakarta. Orientasi dan pemantapan ini adalah bekal bagi anggota DPR dan DPD sebelum dilantik pada Oktober.

Berbagai narasumber dihadirkan untuk memberikan pembekalan bagi anggota DPD RI tersebut. Salah satunya yaitu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menjadi narasumber di The Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan Jakarta, Jumat (20/9).

Di hadapan anggota DPD RI, Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim memaparkan berbagai strategi penyerapan aspirasi di daerah. Dalam konteks tugas utama, salah satu lokus penyerapan aspirasi DPD adalah di provinsi, bahkan di kabupaten/kota.

“DPD dan aspirasi daerah merupakan hal yang saling berkaitan erat. Posisi kita adalah bagaimana bersama-sama memberikan penyerapan aspirasi ini bisa berbasis provinsi, bisa berbasis kabupaten, bisa berbasis kota,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, untuk memahami hal tersebut perlu pendalaman masalah. Artinya tidak mungkin bisa melakukan penyerapan aspirasi tanpa memahami RPJMD masing-masing provinsi, kabupaten/kota, dan disinergikan dengan RPJMN yang sekarang sedang berproses.

“Tanpa memahami RPJMD terutama IKUnya (Indeks Kinerja Utama) di setiap kabupaten/kota atau provinsi yang kemudian ada proses transformasi kepemimpinan. Biasanya kemudian ada diskusi-diskusi untuk bisa mengangkat dinamika seluruh aspirasi yang berkembang,” kata orang nomor satu di Jatim.

Dicontohkan, dulu Jatim terdapat 9 IKU di RPJMD yang lama, maka sekarang ada 11 IKU pada RPJMD yang baru. Diantara pengembangan IKU, dirinya melihat kebencanaan. Karena dari indeks kebencanaan menurut BNPB akan berdampak pada risiko kemiskinan sampai 80 persen.

“Jarang sekali ini dilihat sebagai satu variabel yang ternyata memiliki signifikasi terhadap turunnya kesejahteraan, yang akhirnya menimbulkan kemiskinan baru. Jawa Timur termasuk wilayah yang memiliki kerawanan kebencanaan yang sangat tinggi,” ujar mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menegaskan pentingnya peran DPD bersama pemerintah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu kegiatan ini menjadi forum saling memberikan kontribusi untuk memberikan tanggung jawab kepada kedaulatan NKRI.

“Posisi kita membangun pertanggungjawaban untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

10 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

1 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

2 hari yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

2 hari yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Raih Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…

2 hari yang lalu