POLITIK

Politikus Golkar ini Sebut Gaya Kepemimpinan Airlangga Otoriter

MONITOR, Jakarta – Suhu politik di internal Partai Golkar saat ini benar-benar panas. Aroma saling tuding menuding dan melempar kejelekan anggota pun terjadi.

Hal ini tak luput oleh politisi senior Partai Golkar DKI Jakarta, Zainuddin. Ia menyebut gaya kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengarah pada otoriter, suka-suka dan mengangkangi konstitusi organisasi.

Menurutnya, kondisi internal ini bisa saja membawa Partai Golkar ke dalam situasi sakit, anti demokrasi dan akan mengancam Partai Golkar “kembali terbelah”.

“Saya kira sudah waktunya kader-kader idealis partai Golkar tidak menutup mata. Mari bersatu merapatkan barisan untuk bersama-sama menyelamatkan Partai Golkar sekaligus mereformasi kembali partai dan mengembalikannya ke dalam bingkai sebagai partai modern, demokratis, maju dan bermarwah,” tegas Zainuddin yang menjabat sekertaris dan mantan Plt DPD Partai Golkar Jakarta.

Menurut Zainuddin, kondisi internal Partai Golkar sekarang ini telah jadi sorotan banyak pihak. Mulai dari internal pengurus sampai para pengamat menyampaikan rasa keprihatinanya secara mendalam.

“Penguasaan kantor, pemecatan, pembiaran Plt, sumpah melalui alquran, klaim 92 % dukungan dan sebagainya adalah gambaran dan bukti ketidak patutan Airlangga dalam menjalankan roda kepemimpinan di Partai Golkar,” tandasnya.

Tak hanya itu, dikatakan Zainuddin, desakan untuk melaksanakan pleno sebagai salah satu amanah konstitusional telah diabaikan dan hampir setahun ini tidak diadakan.

“Mosi pengurus pleno yg telah dua kali dilayangkan juga tidak ada tanggapan sama sekali. Majunya Bambang Soesatyo sebagai Calon Ketua Umum tidak direspon secara demokratis sebagai suatu dinamika kualitatif malahan dianggap sebagai penghalang. Padahal pencalonan seseorang adalah dinamika demokrasi yang wajar dalam konteks pendewasaan dan kaderisasi,” terangnya.

Lanjut mantan Anggota DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, pleno yang diamanatkan dalam rangka evaluasi keterpurukan Golkar pada Pemilu 2019 sekaligus menghadapi pilkada 2020 dianggap sebelah mata dan bukan lagi agenda penting dan strategis.

Recent Posts

Peresmian Rumah BUMN Pekanbaru, Langkah Pasti Erick Thohir Berdayakan UMKM Lokal

MONITOR, Pekanbaru - Menteri BUMN, Erick Thohir secara konsisten mengambil langkah untuk memberdayakan UMKM lokal…

38 menit yang lalu

Larangan Toko Kelontong Beroperasi 24 Jam Bentuk Diskriminasi terhadap Pelaku Usaha Kecil

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan menegaskan larangan agar toko kelontong…

1 jam yang lalu

Siswa MTsN 1 Pati Raih Medali Emas dan Perak Olimpiade Matematika Internasional di Thailand

MONITOR, Jakarta - Tiga siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati memboyong dua medali emas…

2 jam yang lalu

BNI Investor Daily Summit 2023, Ini Pesan Presiden Jokowi

MONITOR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berpendapat kerja sama tim menjadi hal krusial dalam menjaga…

2 jam yang lalu

Menag Minta Haji 2024 Jadi yang Terbaik Sepanjang Kepemimpinan Presiden Jokowi

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah…

3 jam yang lalu

KA Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

MONITOR, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengoperasikan KA Lodaya relasi Bandung –…

5 jam yang lalu