DAERAH

Petani Lampung Panen Perdana Padi 200 Hektar di Musim Kemarau

MONITOR, Lampung Selatan – Dalam rangka mendukung Upsus Pajale di musim kemarau, petani Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan justru panen padi di lahan 200 Hektar, dengan produktivitas 8 ton/ha. Ya, sangat tak disangka, pada musim kemarau, mereka justru memanen padi 8 ton/ hektar pada Kamis, 19 September 2019.

Kegiatan panen itu dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Kab. Lampung Selatan, Nanang Ermanto, Plt. Kadis Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Noviar Akmal, Dandim 0421, Tim Penangunggjawab UPSUS PAJALE dari Kementerian Pertanian, Direktorat Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan.

Secara bersama-sama, Bupati melaksanakan panen yang disaksikan secara langsung oleh masyarakat Desa Balinuraga serta Gapoktan Duta Tani Makmur dengan menggunakan alat mekanisasi yaitu Combain Harvester yang juga merupakan bantuan dari kementerian pertanian.

Dalam kesempatan ini, Kadis Kab. Lampung Selatan Novial Akmal, menjelaskan panen petani Balinuraga sangat maksimal. Selain itu, petani mendapatkan harga gabah cukup tinggi yaitu Rp5.100/Kg gabah kering panen (GKP).

“Selain panennya maksimal, harga gabah di tingkat petani cukup tinggi Rp 5.100/Kg gabah kering panen,” kata Akmal di lokasi.

Di lokasi yang sama, Bupati Kab. Lampung Selatan, Nanang Ermanto mengatakan padi yang siap panen di Balinuraga pada September tahun ini mencapai 200 ha. Sementara Luas lahan sawah yang dimiliki oleh Lampung Selatan sebesar 41.575 ha.

Nanang berharap, dengan adanya potensi lahan dan tersedianya alsintan baik pra dan pasca panen di Kabupaten Lampung Selatan maka diharapkan Kabupaten Lampung Selatan dapat memberikan kontribusi produksi yang cukup besar terhadap produksi padi di Propinsi Lampung. Sebagai gambaran, kata Nanang, pada tahun 2018 ini Kabupaten Lampung Selatan telah dapat mencapai luas panen seluas 95.247 ha dengan produksi kurang lebih sebesar 486.920 ton.

Lebih lanjut ia juga mengapresiasi pencapaian hasil kerja keras dan kerjasama dari semua pihak, mulai dari petani, jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, jajaran Pemerintah Propinsi Lampung, Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian dan semua stakeholder.

“Penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani di Kabupaten Lampung Selatan khususnya di Kecamatan Way Panji yang telah berperan aktif untuk mendukung Program UPSUS PAJALE,” tutup Nanang.

Recent Posts

Hilirisasi Ayam Digenjot, Bima Berpotensi Jadi Pusat Produksi Unggas untuk Kawasan Timur

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian mempercepat pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Pulau Sumbawa, Nusa…

1 jam yang lalu

Kolaborasi Lintas Kementerian Entaskan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan UMKM dan Ekraf

MONITOR, Jakarta — Tiga kementerian mencakup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Usaha…

12 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Untuk Hitung Cermat Hibah Kapal Induk dari Italia Agar Tak Jadi Beban RI

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah…

13 jam yang lalu

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dinilai Hanya Memperkaya Segelintir Elite

MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen dinilai belum mencerminkan…

14 jam yang lalu

Ketimpangan Ekonomi dan Krisis Iklim Berasal dari Struktur Ekonomi yang Sama

MONITOR, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di kisaran lima persen dalam beberapa…

14 jam yang lalu

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan hingga 4 Mei 2026, sebanyak sembilan dari…

15 jam yang lalu