BERITA

Belum Aman, Survei IDM: Petahana Pilwakot Medan Masih Bisa Tersingkir

MONITOR, Jakarta – Kordinator Indonesia Development Monitoring (IDM) Hendro Nugraha mengatakan bahwa dari hasil survei yang dilakukan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota Kota Medan 2020 elektabilitas petahana masih di bawah ambang batas aman.

“Berdasarkan hasil survey IDM yang dilakukan 9 -17 September 2019, elektabilitas petahana Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, memang masih teratas,” kata Hendro dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/9).

“Namun dengan tingkat elektabilitas sebesar 11,7 persen dan masih dibawah 50 persen artinya incumbent belum aman,” tambahnya.

Apalagi sambung dia, tingkat kepuasan responden terhadap pemerintah Kota Medan pada setahun terakhir hanya 56,8 persen. 
“Masyarakat menilai ada kemunduran dari aspek pembangunan di Kota Medan dibandingkan Ibukota Provinsi di Sumatera,” kata dia.

Dengan hasil survey seperti itu, imbuh dia, bukan tidak mungkin, posisi Eldin bisa digeser oleh calon lainnya.

“Seperti nama Maruli Siahaan, Ihwan Ritonga, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Bobby Afif Nasution yang dianggap sebagai kuda hitam,” ujarnya.

Sebab, dari hasil jajak pendapat yang melibatkan 1.225 warga kota Medan, mantan Anggota Polri, Maruli Siahaan dikenal oleh 82,1 persen responden.

Kemudian, diposisi kedua Dzulmi Eldin, diikuti Bobby Afif Nasution yang merupakan menantu presiden Joko Widodo. Setelah itu muncul nama Wakil Wali Kota saat ini, Akhyar Nasution dan Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Berdasarkan survei IDM tingkat elektabilitas Dzulmi Eldin hanya 11,7 persen, kemudian Maruli Siahaan 12,7 persen , Dahnil Anzar Simanjuntak 8,4 persen, disusul Ihwan Ritonga 8,1 persen, HT Bahrumsyah 5,2 persen, Bobby Nasution 5,1 persen dan Akhyar Nasution 3,6 persen,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam survey kali ini, IDM mengambil penarikan samplenya, dengan metode Multistage Random Sampling, dari jumlah populasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Medan pada pemilu 2019 yaitu 1.621.917 pemilih ,yang tersebar di 21 kecamatan di 148 Kelurahan di Kota Medan.

Survei ini memiliki Margin of error +/- 2.8 % dengan tingkat kepercayaan 95 %.
Dari jawaban 1.225 responden juga tergambar, beberapa masalah yang perlu segera ditangani dan diperbaiki . Yakni seperti kasus jumlah pengangguran, biaya pendidikan dasar (SD,SMP) dan persoalan harga bahan-bahan pokok.

Recent Posts

Kukuhkan 7 Profesor Baru, UIN Jakarta Kini Miliki 151 Guru Besar: Terbanyak di Lingkungan PTKIN

MONITOR, Tangerang Selatan – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan sejarah baru dalam penguatan…

41 menit yang lalu

Haji 2026 Diperketat, Kelayakan Kesehatan Jemaah Kini Ditentukan Lewat Aplikasi

MONITOR, Jakarta - Menjelang keberangkatan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah…

2 jam yang lalu

Kritik Panji Pragiwaksono Memanen Tawa, Melemahkan Publik

Oleh: Teguh Pati Ajidarma* Pandji Pragiwaksono memilih berdiri di panggung stand-up comedy sebagai pengkritik sosial.…

2 jam yang lalu

KKP Segel 99 Ton Ikan Impor Ilegal, Selamatkan Uang Negara Rp4,48 Miliar

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan pelanggaran impor sebanyak 99.972 kg ikan…

4 jam yang lalu

Transformasi PTKI 2026, Menag Targetkan Riset Global dan Kampus Hijau

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi dua pesan khusus kepada para civitas academica…

4 jam yang lalu

Kementerian Haji Tutup Pelunasan Tahap III, Kuota Haji Khusus Ludes

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi menutup pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)…

7 jam yang lalu