JABAR-BANTEN

Kementan awasi mutu pestisida yang beredar dengan uji laboratorium

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengatur dan terus mengawasi mutu pestisida beredar dengan menggunakan uji laboratorium yang canggih. Selain itu, terus meningkatkan pelayanan dan kepastian hukum melalui pemberian nomor pendaftaran dan izin edar pestisida melalui Permentan No. 39 Tahun 2015 tentang Pendaftaran Pestisida.

Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman (BPMPT) sebagai unit layanan di Kementan menjadi salah satu laboratorium penguji mutu pestisida yang diamanatkan dalam Permentan tersebut.

Kepala BPMPT, Trias Retno Wardhani menjelaskan laboratorium BPMPT telah melayani pengujian mutu formulasi pestisida sejak tahun 1989. Adapun untuk biayanya sesuai dengan tarif PNBP yang telah ditentukan di Kementerian Pertanian.

“Dari data 3 tahun terakhir, per tahunnya terdapat rata-rata 850 formulasi dengan 30 jenis bahan aktif dan 50 merk pestisida, dari 30 perusahaan produsen pestisida,” demikian jelas Trias di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Pengujian mutu pestisida ini menyumbang 50% dari keseluruhan PNBP di BPMPT. Parameter uji mutu pestisida yang menjadi layanannya diantaranya uji kadar bahan aktif pestisida serta uji sifat fisik formulasi seperti berat jenis, indeks bias, kekentalan, kepadatan, pH dan kadar air.

“Sebagian besar pelanggan kami selama ini dari produsen pestisida yang ingin mengetahui mutu pestisida yang diproduksi,” tuturnya.

“Sebagai upaya peningkatan pelayanan, kami terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan moto Analisa Cerdas Pelanggan Puas,” imbuh Trias.

Di tempat yang sama, Sutripriarso salah satu pelanggan setia yang sedang meminta hasil uji ke BPMPT menceritakan bahwa dia selalu mengujikan pestisida ke BPMPT untuk mengetahui mutunya, guna memenuhi persyaratan mendapatkan ijin edar dari Kementan.

“Selain itu juga untuk keperluan kontrol kualitas di internal perusahaan kami,” ujarnya.

“Kami percaya dengan hasil uji laboratorium BPMPT karena sudah terakreditasi, petugasnya bekerja profesional dan alat-alatnya pun sudah canggih. Dalam waktu dekat kami juga akan mengujikan pestisida berbahan aktif dimetomorph.” tambahnya.

Perlu diketahui, dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pestisida sebagai alternatif terakhir untuk mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pestisida baru digunakan jika tingkat serangan organisme pengganggu tanaman sudah melebihi ambang ekonomi, atau populasinya telah mencapai ambang pengendalian.

Dalam aplikasinya pestisida harus memenuhi kriteria 6 (enam) tepat, yaitu Tepat Jenis, Tepat Mutu, Tepat Sasaran, Tepat Dosis dan Konsentrasi, Tepat Waktu dan Tepat Cara dan Alat Aplikasi. Agar aplikasi pestisida tepat, mutu formulasi pestisida perlu diperhatikan.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

14 menit yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

3 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

8 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

8 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

14 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu