POLITIK

Lepas Jabatan Ketum PPM, Lulung Teteskan Air Mata

MONITOR, Jakarta – Pada pembukaan acara Munas Pemuda Panca Marga (PPM) ke X yang digelar di Ballroom Virgo Hotel Swiss-Belinn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis malam (6/9). Ketua Umum (Ketum) PPM Abraham Lunggana alias Haji Lulung terlihat menangis meneteskan air mata saat memberikan sambutan dan menyatakan mundur dari jabatannya, yakni Ketum PPM.

“Saya sedih dan menangis bukan karena saya harus mundur dari jabatan sebagai Ketum PPM. Saya sedih dan menangis karena melihat antusias teman-teman PPM dari seluruh wilayah Indonesia yang mau hadir dalam acara munas ini,” ungkap Lulung kepada MONITOR.

Dikatakan Lulung, Munas PPM ke X, agendanya selain mencari Ketum PPM baru, juga dijadikan tempat dirinya untuk mengutarakan semua alasan kenapa mundur dari Ketum PPM sementara masa jabatannya berakhir tahun depan.

“Terus terang saya di dzolimi. Saya didesak mundur oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Legiun Veteran Republik Indonesian (LVRI) dengan alasan macam-macam, salah satunya saya dituding telah membawa PPP ke politik praktis,” terang Lulung.

Padahal lanjut Lulung, banyak kader PPM berhasil duduk sebagai kepala daerah dan itu menjadi bukti kalau PPM adalah organisasi yang bisa masuk ke semua lembaga.

“Saya pun sudah meminta legiun untuk membuktikan kesalahan-kesalahan saya ketika meminta saya mundur dari jabatan Ketum PPM. Dan itu tidak bisa dipenuhi. Ini kan aneh,” tanya Lulung.

Yang membuatnya miris, disebutkan Lulung, LVRI gencar menghasut, memprovokasi semua pengurus PPM di seluruh wilayah di Indonesia untuk tidak mengakui kepengurusannya di PPM.

Ditengah desakan legiun veteran yang meminta dirinya mundur, Lulung pun akhirnya menyatakan siap mundur.

“Saya siap mundur dari Ketum PPM tapi harus melalui rapat pimpinan. Dan lewat Munas ini lah saya menyatakan mundur. Dan alhamdulilah semua pengurus PPM dari 34 provinsi hadir diacara Munas PPM ke X ini” pungkas Lulung.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

7 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

1 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

1 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu