Ketua DPP PSI, Tsamara Amany Alatas (net)
MONITOR, Jakarta – Keluarga Dosen IAIN Surakarta, Abdul Aziz, yang membahas disertasi tentang keabsahan hubungan seks di luar nikah diteror. Kabarnya teror tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal melalui media sosial miliknya.
Mendapati ancaman teror mengintai keluarganya, ia pun akhirnya memutuskan untuk merevisi disertasinya tersebut. Terkait fenomena ini, Politikus PSI Tsamara Amani ikut berkomentar.
Lulusan Universitas Paramadina ini menilai, Abdul Aziz berhak menggunakan kebebasan berpikirnya sekalipun itu bersikap kontroversi.
“Saya selalu percaya bahwa akademi adalah ruang bagi manusia untuk melakukan kebebasan berpikir,” kata Tsamara Amani, Kamis (5/9).
Tampaknya, Tsamara pun tak sepakat jika pemikiran Abdul Aziz mengenai konsep ‘Milk Al-Yamin’ ditolak dengan cara yang tidak beradab seperti intimidasi atau teror.
Menurutnya, hal yang tepat dilakukan adalah merespon pemikiran Abdul Aziz dengan pemikiran yang sepadan.
“Maka seharusnya jika sebuah pemikiran dianggap tidak tepat, pembalasan yang paling tepat adalah pemikiran pula! Teror semacam ini tak beradab dan mengancam kebebasan akademik,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…
MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…
MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil meraih peringkat 10 dalam ajang Danantara…