PERTANIAN

Pisang Asal Barelang Berpotensi Masuk Pasar Impor

MONITOR, Batam – Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam. Barelang singkatan dari Batam, Rempang dan Galang. Jembatan tersebut menghubungkan Pulau Batam, Tonton, Nipah, Setokok, Rempang, Galang dan Galang Baru di Kepulauan Riau. Jembatan ini menghubungkan jalur Trans Barelang sepanjang 54 km menuju berbagai destinasi wisata.

Di balik kemegahan jembatan Barelang serta keindahan pulau-pulau sekitar, terdapat puluhan hektare pertanaman pisang budidaya masyarakat setempat. Setiap kebun memiliki luasan antara 2 – 3 hektare. Jenis pisang yang banyak ditanam antara lain adalah pisang kepok, 40 hari, awak, tanduk dan barangan. Pulau Setokok tepatnya di Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang terkenal sebagai sentra pisang dan sudah terbentuk tiga kelompok tani.

“Kami mengelola lahan pisang seluas 15 hektare. Dalam seminggu bisa memproduksi 1 ton dengan harga jual Rp 4.500 per kg. Pemasarannya ke pasar lokal dan luar kota,” ujar ketua kelompok tani Maju Bersama, Syaiful.

Syaiful bercerita bahwa sebagian produksinya diolah menjadi sale, keripik dan cake pisang sebagai oleh-oleh khas kota Batam. Tidak banyak kendala dalam pemasaran karena biasanya sudah ada pedagang pengepul yang datang ke kebun.

Potensi pengembangan pisang di Batam terbuka luas, didukung oleh ketersediaan dan kesesuaian lahan yang cukup serta para petani berpengalaman. Masih butuh pendampingan dalam hal GAP dan SOP, namun secara umum produksi yang dihasilkan cukup berkualitas baik.

Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman mengharapkan produksi pisang di Kota Batam dapat terus ditingkatkan produksi dan mutunya.

“Letak Batam strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura. Harapan ke depan, Batam dapat memasok pasar Singapura,” ujar Liferdi.

Sebagai informasi, pada 2017 Batam memproduksi 408,8 ton pisang lokal. Sementara produksi pisang nasional 2017 sebanyak 7.162.678 ton. Angka ini merangkak naik menjadi 7.264.379 ton pada 2018. Tentunya peningkatan demi peningkatan diiringi kualitas berorientasi ekspor.

Recent Posts

Tekankan MoU BUMN–Swasta Bukan Sekadar Kesepakatan, Kementan Kawal Realisasi Hilirisasi Ayam di Sulsel

MONITOR, Jakarta – Pemerintah mempercepat pemerataan pasokan protein hewani nasional melalui pembangunan ekosistem hilirisasi ayam…

9 jam yang lalu

Kemenperin Perkokoh Industri Baja Nasional di Kancah Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya dalam upaya memperkuat industri baja nasional sebagai salah satu sektor…

10 jam yang lalu

Indonesia Perkuat Ekspor Rempah ke Eropa, Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Importir Belanda

MONITOR, Den Haag — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus memperluas akses pasar rempah dan produk…

11 jam yang lalu

ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Jadi Oase Pangan: Dari Pekarangan, Kedaulatan Dimulai

MONITOR, Bogor - Di tengah padatnya kawasan hunian di Komplek Perumahan Arya Green Residence, Tajur…

11 jam yang lalu

Kementerian UMKM Optimalkan MBG untuk Dukung UMKM Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pengusaha…

15 jam yang lalu

Lima Satker TNI Raih Predikat WBK, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja

MONITOR, Jakarta — Sebanyak lima Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil meraih…

16 jam yang lalu