PEMERINTAHAN

Kemendes apresiasi Pengembangan Potensi Energi Alternatif di Kawasan Perdesaan

MONITOR, Jambi – Kebutuhan energi listrik masih menjadi salah satu masalah serius di kawasan perdesaan. Potensi limbah pabrik pengolahan sawit (biomassa) bisa menjadi alternatif sumber energi dan sumber material maju .

Berdasarkan data dari Kemendes PDTT, pada tahun 2018 terdapat 2.288 desa yang belum teraliri listrik di seluruh Indonesia. Ribuan desa itu tersebar di pulau Sumatera sebanyak 140 desa, Jawa 1 desa, Nusa Tenggara 95 desa, Kalimantan 82 desa, Sulawesi 15 desa, Kepulauan Maluku 20 desa dan Papua 1.935 desa.

“Selama ini desa sangat bergantung dengan koneksi jaringan PLN dalam pemenuhan energi mereka, Sedikitnya 65 desa di Provinsi Jambi saat ini belum dimasuki jaringan Listrik PLN, sudah saatnya desa digugah untuk memanfaatkan sumber energi alternatif di sekeliling mereka. Untuk di Jambi, limbah sawit sangat berpotensi menjadi alternatif sumber energi di perdesaan,” ujar Koordinator Pusat Studi Energi dan Nano Material LPPM Universitas Jambi (UNJA) Nazaruddin.

Sementara itu, Penasehat Menteri Desa PDTT, Ilya Avianti menyambut baik pengembangan potensi energi alternatif di kawasan perdesaan. Menurutnya PLN memiliki keterbatasan dalam memenuhi energi listrik terutama di wilayah yang akses geografinya sulit.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi pengembangan energi alternatif hasil penelitian perguruan tinggi maupun inovator lainnya di masyarakat luas,” katanya.

Wanita yang menjabat sebagai Plt. Komisaris Utama PLN ini mengungkapkan saat ini pemerintah fokus mengembangkan listrik kerakyatan yang memanfaatkan potensi lokal. Salah satunya adalah program nasional pengembangan pellet biomassa Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

“Program TOSS adalah teknologi mengolah sampah rumahan hingga menjadi sumber listrik masyarakat setempat. Program ini telah dikembangkan pemerintah kabupaten Klungkung Bali berkerjasama dengan PLN. Jadi, sudah saatnya memberdayakan masyarakat sebagai produsen energi kerakyatan dan menjadi tenaga ahli pengembangan kelistrikan skala desa dan wilayah terpencil,” pungkasnya.

Recent Posts

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

6 jam yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

9 jam yang lalu

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…

9 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

12 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

13 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

14 jam yang lalu