PERTANIAN

Kawasan Korporasi Pendorong Ekspor Hortikultura

MONITOR, Jakarta – Pengembangan pisang di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung dilakukan melalui pengembangan kawasan buah komersil dengan pola kerja sama inti plasma. Kegiatan pengembangan kebun komersil tersebut telah dirintis oleh Direktorat Jenderal Hortikultura sejak 2016 lalu.

Adalah PT Giant Pineapple dan kelompok tani yang tergabung dalam Koperasi Tani Hijau Makmur menerapkan buah komersil. Pola kerja sama dilakukan dengan model pengembangan kawasan berbasis korporasi, di mana koperasi difungsikan sebagai mitra perusahaan. Saham koperasi dimiliki oleh enam kelompok tani yang anggotanya terdiri dari petani pisang mas berjumlah 178 orang dengan luasan pertanaman seluas 160 hektare. Koperasi ini terbentuk pada 2017 yang sekretariatnya berada di Kecamatan Sumberejo.

Perusahaan dan koperasi terikat dengan perjanjian kontrak. Skemanya adalah petani menjual produk kepada koperasi kemudian koperasi inilah yang menjual ke perusahaan. Harga pisang didapatkan dari harga yang ditetapkan koperasi guna mengikat dan memastikan pasokan serta mutu benih sesuai standar perusahaan.

“Petani pisang mas Tanggamus diuntungkan dengan skema kerja sama berbentuk korporasi ini. Selain kepastian harga, petani juga dibina dalam hal budidaya. Melalui pola ini, pemasaran pisang hasil produksi lebih luas, bahkan telah berhasil diekspor ke Singapura dan Tiongkok,” ujar Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi.

Kesuksesan pola kebun komersil ini berhasil menarik perhatian berbagai pihak untuk ikut serta berpartisipasi di dalamnya. Dalam rangka fasilitasi sarana produksi, Badan Karantina Pertanian menyiapkan Instalasi Karantina Tumbuhan berdekatan dengan lokasi packing house.

Lebih lanjut Liferdi menyampaikan bahwa pengembangan kawasan korporasi ini sejalan dengan Grand Design Hortikultura 2020-2024, di mana pengembangan buah diarahkan pada pembentukan cluster kebun dengan skala luas, serta diintegrasikan dengan pihak swasta dalam bentuk kemitraan.

Belajar dari Tanggamus ini, meskipun kepemilikan lahan rakyat kecil, namun ketika dikelola secara profesional hasilnya dapat memenuhi kebutuhan pasar. Produk yang dihasilkan setidaknya bisa dua kali seminggu dengan volume mencapai 6 ton.

“Hal ini sejalan dengan filosofi sapu lidi yang digaungkan oleh Dirjen Hortikultura dalam menyusun Grand Design Hortikultura 2020 – 2024. Harapannya, model kawasan komersil ini mampu menjadi pendorong perekonomian Indonesia berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan neraca ekspor,” pungkas Liferdi.

Sebagai informasi, volume ekspor buah-buahan tropis Indonesia menunjukkan tren yang meningkat. Berdasarkan data BPS, angka ekspor buah pada 2017 sebesar 41 ribu ton senilai Rp 323 miliar. Angka ini mengalami peningkatan 117 persen pada 2018 menjadi 89 ribu ton senilai Rp 882 miliar. Khusus pisang, ekspor pada 2017 senilai Rp 124,29 miliar dan meningkat menjadi Rp 204,54 miliar.

Recent Posts

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

MONITOR, Jakarta - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten…

6 jam yang lalu

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan…

8 jam yang lalu

Klinik UMKM Bangkit Diluncurkan di Sumbar Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meresmikan Klinik UMKM Bangkit…

8 jam yang lalu

Kemenag-Australia Awards Indonesia Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

9 jam yang lalu

Rumuskan kebijakan, Prof Rokhmin dorong KKP perkuat hilirisasi dan daya saing produk laut

MONITOR, Jakarta - Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya laut terbesar di dunia…

9 jam yang lalu

Jabar Jadi Jalur Transit TPPO, Rieke Diah Pitaloka Ingatkan Peran Imigrasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa tindak pidana…

11 jam yang lalu