BERITA

Peryataan Jubir KPK soal Pansel dan Capim Dinilai Tidak Etis

MONITOR, Jakarta – Guru Besar Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago menyesalkan pernyataan yang disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang meragukan integritas calon pimpinan KPK, sangatlah tidak tepat.

Sebagai juru bicara sebuah institusi, sambung dia, seharusnya pernyataan yang disampaikan harusnya membangun optimisme kepada semua pihak, termasuk pimpinan KPK ke depan.

“Harusnya dia membangun spirit, mudah-mudahan pimpinan ke depan itu mempunyai integritas tinggi, berkomitmen, dan mau bekerja keras untuk memberantas tindak pidana korupsi,” kata Faisal, di Jakarta Rabu (28/8).

“Jadi berpikir positif, jangan pesimistis (seperti itu,red),” tambahnya.

Masih dikatakan dia, pernyataan yang disampaikan Febri itulah yang kemudian secara tidak langsung membuat sejumlah pihak di internal institusi anti rasuah meragukan integritas Capim KPK terpilih nantinya.

“Institusi harusnya berpikirnya secara positif, tidak berbicara tendesius,” ucap dia.

Tidak hanya itu, Faisal mengingatkan agar Febri Diansyah selaku bagian dari institusi menghargai dan menghormati Panitia Seleksi (Pansel) KPK dalam menyeleksi pimpinan KPK periode mendatang. Imbuhnya, integritas Pansel KPK dalam bekerja tidak perlu diragukan.

Terlebih, Pansel KPK telah melakukan safari ke setiap institusi, misalnya ke Kepolisian dan Kejaksaan untuk mencari Capim KPK terbaik.

“Saya sangat sayangkan seorang di dalam institusi, seorang Febri Diansyah sebagai juru bicara mengeluarkan statement seperti itu, seharusnya tidak usah. Kan ini proses sedang berjalan,”paparnya.

Lebih dari itu, Faisal meyakini Pansel KPK akan bekerja profesional dan menjaga integritasnya dalam menyedorkan Capim KPK yang nantinya akan disepakati oleh DPR.

“Kalaupun ada kekurangan-kekurangan, saya pikir tidak terlalu berlebihan kekurangan itu karena dari orang-orang yang di Pansel itu 100 persen orang yang berintegritas,” tandas dia.

Sebelumnya sempat diberitakan, Febri Diansyah melontarkan pernyataan agar Pansel berhati-hati dengan rekam jejak dari Capim.

Menurut Febri, jika dari 20 capim KPK yang tersisa memiliki catatan buruk, sudah semestinya Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK tak meloloskan.

Febri mempertanyakan, jika ada catatan perbuatan tercela atau melanggar hukum, apa pantas Pansel memilih calon tersebut? Febri berharap, Pansel berhati-hati sebelum menyerahkan 10 nama terpilih ke Presiden Joko Widodo.

Selain Febri, penasihat KPK Tsani Annafari juga melontarkan kritik kepada Pansel KPK. Bahkan, dia mengancam akan mundur dari jabatannya bila Capim yang terpilih memiliki rekam jejak buruk. 

Kritikan tajam yang dilontarkan sejumlah pejabat KPK itu, menurut anggota Komisi III Masinton Pasaribu, diduga karena ‘jagoan’ dari internal KPK dan yang didukung koalisi sipil tak lolos seleksi.

Recent Posts

Respon Demonstrasi, PKUB Ajak Elemen Bangsa Hindari Pertikaian

MONITOR, Jakarta - Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian agama menyampaikan seruan damai dan mengajak…

10 menit yang lalu

Stafsus Menag Turut Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Affan

MONITOR, Jakarta - Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya…

2 jam yang lalu

Inovasi Sapi Merah Putih Sejalan dengan P2SDN

MONITOR, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui pengembangan Sapi Merah…

5 jam yang lalu

Arah Demonstrasi Bergeser, Analis Peringatkan Polisi untuk Jaga Soliditas

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro memperingatkan Polisi untuk menjaga soliditas…

6 jam yang lalu

Kemenag Imbau Civitas Akademika PTK dan Ma’had Aly Manfaatkan Dana Riset LPDP

MONITOR, Tulungagung - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Setjen…

6 jam yang lalu

Kemenag Pacu Madrasah Jadi Pusat Inovasi Internasional Lewat MABIMS 2025

MONITOR, Tangerang Selatan – Kementerian Agama terus menguatkan peran madrasah sebagai motor pendidikan Islam di…

8 jam yang lalu