PEMERINTAHAN

Di Pertemuan APEC Chile, Kepala BKP Kementan Paparkan Pentingnya Pertumbuhan Petani Muda

MONITOR, Chile – Regenerasi pertanian dan transfer teknologi menjadi faktor penting dalam kerangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, yang juga Ketua Delegasi Indonesia pada pertemuan 5th Ministerial Meeting on Food Security (FSMM5) di Puerto Varas, Chile, Jum,at (23/8).

Pada kesempatan tersebut, Agung menekankan pentingnya menarik minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian.

“Kita punya Politeknik pengembangan pertanian untuk mencetak petani milenial yang siap bersaing dalam industri pertanian,” kata Agung.

Pada forum tersebut, Indonesia juga memberikan penekanan kepada APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) agar mempertahankan kerjasama internasional dalam transfer teknologi untuk mengantisipasi perubahan iklim, mendukung kemitraan pemerintah dan swasta baik dalam aspek produksi, pengolahan hingga keamanan pangan, membangun generasi muda pertanian, dan mendukung aksi pemberantasan ilegal fishing.

Topik bahasan yang disampaikan Indonesia sejalan dengan 4 isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu: fostering sustainable food system; embracing innovations, technologies, and digital opportunities; leveraging associativity, enhancing food value chain and trade; dan strengthening rural development as a place of opportunities.

FSMM5 merupakan agenda puncak Food Security Week (FSW) 2019 yang dilaksanakan dari tanggal 15 – 24 Agustus 2019 di Chile. FSMM5 diikuti 20 negara anggota APEC, serta dihadiri beberapa organisasi terkait pangan dan pertanian internasional seperti OECD (Organization for Economic Coop) dan FAO (Food Agriculture Organization), ABAC (APEC Business Advisory Council), IICA (Inter-American Institue for Cooperation on Agriculture), ASEAN (Association of South Asian Nation): dan PECC (Pacific Economic Cooperation Council).

Delegasi lain yang hadir dalam forum ini adalah Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan, perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri.

Pada akhir pertemuan tingkat menteri dibacakan “Puerto Varas Declaration on Food Security” yang secara umum memuat kesepakatan APEC Economies tentang solusi cerdas dalam mengatasi isu ketahanan pangan meliputi peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi, smart farming di era digitalisasi, mitigasi dan antisipasi perubahan iklim, perdagangan internasional yang adil dan berimbang yang dikemas dalam tema “Toward Integrated, Smart and Sustainable Food System”, atau Menuju Sistem Pangan Terpadu, Cerdas, dan Berkelanjutan.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan

MONITOR, Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui…

4 jam yang lalu

Dari Aspirasi Komunitas Tuli hingga Masuk MTQ Nasional, Kemenag Terus Kembangkan Al-Qur’an Isyarat

MONITOR, Semarang - Pengembangan Al-Qur’an Isyarat di Indonesia terus bergerak maju, mulai dari aspirasi komunitas…

6 jam yang lalu

Menteri Agama Lantik Dirjen Pesantren Pertama dan Empat Rektor PTKN

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat…

9 jam yang lalu

Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…

12 jam yang lalu

Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat penghargaan di bidang pengembangan pariwisata keagamaan. Menag…

14 jam yang lalu