HUMANIORA

Spirit Budaya Penginyongan Menguatkan Moderasi Beragama

MONITOR, Purwokerto – Rektor IAIN Purwokerto, Muhammad Roqib mengajak para mahasiswa untuk melakukan jihad, namun bukan dengan memanggul senjata melainkan jihad menggerakan pena.

“Jihad hari ini bukan memanggul senjata ke medan perang, tetapi menggerakan pena untuk mencurahkan nalar kritis melahirkan karya intelektual dalam membangun peradaban,” katanya saat memberikan amanat Rapat Senat Terbuka Peresmian Mahasiswa Baru dan Stadium General, Kamis (22/8/2019).

“Jihad hari ini bukan mati di medan perang tetapi hidup selalu di jalan Alloh. Medan juang mahasiswa hari ini adalah memerangi kemiskinan, keterbelakaagan dan kebodohan,” tegasnya.

Roqib menerangkan ada dua istilah penting dalam Islam yaitu jihad dan ijtihad yang sangat dianjurkan. Jihad merupakan salah satu bentuk perjuangan memuliakan agama melalui upaya sungguh-sungguh secara fisik sementara ijtihad adalah upaya sungguh-sungguh dengan mengarahkan daya nalar kritis dalam rangka memuliakan Islam melalui kerja intelektual.

Dihadapan mahasiswa yang barus selesai mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Roqib mengharapkan mahasiswanya itu memiliki spirit man jadda wa jadda. “Siapa yang bersugguhsunggu dia akan sukses dan kesungguhan adalah syarat encapai kesuksesan”.

Ketua Rabitah Ma’ahidil Islam ini menuturkan kesuksesaan tidak bisa diperoleh secara instan tetapi meniscayakan kompetisi secara terbuka. “Karenanya siapapun yang berkualitas dia akan menjadi pemenang dan mengambil peran kesejarahan, sebaliknya yang tidak berkualitas hanya akan menjadi penonton,” ujarnya.

Dalam rangka mempersiapkan masa depannya, Ketua MUI Banyumas ini juga berpesan kepada mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam proses studi dan aktif dalam berorganisasi.

Ditempat yang sama, Kasubdit Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Ruchman Basori yang bertindak memberikan stadium general mengatakan sulit dipahami kalau ada orang Banyumas atau wong penginyongan berpikiran radikal dan intoleran.

Ruchman yang membawakan tema ”Menguatkan Moderasi Beragama dalam Spirit Budaya Penginyongan” mengatakan bahwa egalitarianisme sebagai ciri “penginyongan” akan memperkuat pemahaman dan sikap moderat di masyarakat.

Menurut Kandidat Doktor Universitas Negeri Semarang itu, Banyumas tidak mengacu geografis sebuah kabupaten di Jateng bagian selatan semata, tetapi menyangkut eksistensi kultural yang membentang di wilayah Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap, serta Pekalongan dan Wonosobo bagian selatan;

“Secara kultural dan geografis budaya penginyongan akan memberi ruang gerak tumbuhnya moderasi beragama, karenanya mahasiswa IAIN Purwokerto harus menjadi bagian penting untuk itu”, katanya.

Mengakhiri kuliah umum, Ruchman berpesan kepada mahasiswa baru untuk belajar Islam dengan benar melalui sumber yang otoritatif dan menjadi mahasiswa yang cerdas dan kritis (critical thinking). “Menjadi warga media sosial yang sehat untuk melakukan counter narasi dan idiologi radikalisme dan intoleransi”, tidak kalah pentingnya kata Aktivis Mahasiswa ’98 ini.

Rapat Senat Terbuka dan Stadium General dihadiri lengkap anggota senat yang dipimpin Abdul Wahid, Wakil Rektor I Fauzi, Wakl Rektor II Ridwan dan Waki Rektor III Sulkhan Chakim, dosen dan civitas akademika IAIN Purwokerto. (RB)

Recent Posts

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

3 jam yang lalu

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

16 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

16 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

16 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

18 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

19 jam yang lalu