PARLEMEN

Masalah Papua, Ketua DPR Ingatkan Semua Pihak Menahan Diri

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta saudara-saudara sebangsa di Papua bisa menahan diri, begitupun dengan berbagai pihak lainnya dari mulai aparat TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai elemen masyarakat.

Jangan sampai, sambung dia, para provokator memanfaatkan situasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dari sejak awal perjuangan kemerdekaan hingga kini, Papua adalah bagian dari NKRI. Masyarakat Papua adalah masyarakat Indonesia, Tidak ada perbedaan, tidak ada perpecahan,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8).

“Bahkan pada tahun 1956 saat berpidato di Kongres Amerika Serikat, Bung Karno dengan tegas menyatakan Indonesia belum sempurna manakala Papua belum kembali ke pangkuan,” tambahnya menyikapi situasi Papua akhir-akhir ini.

Bagi Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini, kejadian pembakaran sejumlah fasilitas umum seperti Gedung DPRD Papua Barat dan gedung ruang pamer mobil di Manokwari pada Senin (19/8) ataupun yang terbaru berupa pembakaran Pasar Tradisional Tambaruni di Kota Fak-Fak, Papua Barat dan perusakan fasilitas Kantor Bank Rakyat Indonesi pada Rabu (21/8), tidak boleh kian melebar lebih jauh. 

“Kita tentu menyayangkan berbagai tindakan rasis dan diskriminatif yang sebelumnya sempat terjadi terhadap saudara-saudara kita warga Papua. Saya yakin, kebesaran hati masyarakat Papua akan bisa memberikan maaf,” ucap Bamsoet.

Mantan Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini juga berharap Bangsa Indonesia bisa memetik pelajaran atas peristiwa ini. 
Jangan lagi, tegas dia, ada yang merasa lebih unggul dari saudara sebangsa lainnya. Indonesia adalah rumah besar yang nyaman bagi semua suku, agama, ras, dan golongan. Bukan milik salah satu kaum saja.

“Walikota Malang, Walikota Surabaya, Gubernur Jawa Timur, serta jajaran pemerintah pusat sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Papua dan Papua Barat. Insya Allah, berkat doa dan kerja sama semua pihak, tanah Papua bisa kembali damai,” pungkasnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

20 menit yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemimpin Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

15 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

18 jam yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

2 hari yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

2 hari yang lalu