PARLEMEN

Miliki Kesamaan, Indonesia-Suriname Jajaki Kerjasama Bidang Sains

MONITOR, Jakarta – Selain di bidang budaya dan pendidikan, kerjasama bidang sains khususnya yang mengarah pada lingkungan alam juga perlu dilakukan dengan Suriname.

Anggota DPR Ferdiansyah mengatakan, Indonesia dan Suriname memiliki kesamaan soal hutan tropis. Kerjasama tersebut diharapkan bisa memberi manfaat bagi kedua negara.

“Karena kita sadari ada beberapa kesamaan Indonesia dan Suriname yaitu hutan tropis. Siapa tahu ada temuan-temuan baru yang bisa didapatkan di Suriname,”kata Ferdiansyah, di Ibu Kota Suriname, Paramaribo, Selasa (19/8).”

“Yakni tentang jenis-jenis tanaman, jenis-jenis biota yang mungkin tidak ada di Indonesia. Ini kan suatu penemuan yang baik kalau bisa dilakukan kerja sama ini dalam dunia pendidikan,” tambahnya.

Dikatakan Ferdiansyah, dalam kunjungan ke Suriname ini ada beberapa yang harus dan perlu disikapi Parlemen. Pertama, budaya. Dimana, persahabatan Suriname dan Indonesia adalah melalui sejarah dan budaya.

“Kebetulan juga dalam konteks sejarah dan budaya itu bisa lebih cepat dilakukan melalui budaya yang terkandung ataupun yang ada di Indonesia serta juga di antaranya bisa melakukan kerja sama yaitu memberikan pelatihan-pelatihan serta sarana alat musik dari Indonesia di antaranya seperti gamelan dan lain sebagainya,” papar dia.

Sementara di bidang pendidikan, tambah Ferdiansyah, pihaknya juga menyarankan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Suriname, supaya dibuat pertukaran pemuda ataupun pelajar maupun dosen. Hal ini, sambung dia, dalam rangka pengembangan sains.

Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Suriname juga menginginkan adanya penerbangan dari Indonesia ke Paramaribo. Namun Wakil Ketua DPR Utut Adianto menyatakan hal ini kemungkinan masih sulit diwujudkan.

“Karena memang jaraknya jauh dan pasarnya juga mungkin masih kecil. Tapi yang jelas mereka ingin yang konkrit dan dalam wakti dekat kita juga sudah berkoordinasi dengan pak duta besar pak Julang Pujianto,” imbuh Utut.

Utut menambahkan, keinginan mereka untuk mempelajari gamelan dan juga bahasa Indonesia. “Ini kan juga harus kita deliver (wujudkan) dan juga kalau kita kembalikan kepada konsep bapak presiden kita, yang menginginkan KBRI adalah ujung tombak marketing kita di mancanegara, jadi ini saya rasa pas saja.”

Di akhir wawancaranya, Utut menyarankan Duta Besar Indonesia membuat himpunan persahabatan Indonesia-Suriname. “Jadi selain hubungan antara goverment, people to people juga berjalan rasanya itu lebih cepat,” pungkas Utut.

Recent Posts

DPR: Kesepakatan Dagang Indonasia-Amerika Harus Beri Manfaat Seimbang

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menilai rencana kesepakatan persetujuan…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Libatkan UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

4 jam yang lalu

Wujudkan Religiusitas yang Socially Impactful di Bulan Ramadan, Diktis Kemenag Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama…

5 jam yang lalu

Kemenag Tantang Rohis Warnai Medsos dengan Konten Islami Positif

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak santri Rohani Islam (Rohis) untuk mewarnai media sosial dengan…

9 jam yang lalu

Pecahkan Rekor 14 Tahun, Pertumbuhan Industri 2025 Lampaui Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.…

12 jam yang lalu

Wamenag Targetkan Wajah Baru KUA Jakarta yang Lebih Modern di 2027

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii, hari ini menggelar pertemuan dengan…

15 jam yang lalu