POLITIK

Gerindra Tantang PSI Usut Kasus RS Sumber Waras, Lahan Cengkareng dan CSR

MONITOR, Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta, Rian Ernest yang mempersoalkan pengadaan pin emas rencana DPRD DKI mengundang reaksi banyak kalangan. Salah satunya datang dari politisi Gerindra, Inggard Joshua.

Mantan Anggota DPRD DKI Jakarta ini menyebut, apa yang dipersoalkan PSI terhadap pengadaan pin lencana anggota DPRD DKI tersebut tidak mendasar dan murahan. Sebab menurut Inggard, pengadaan pin lencana yang terbuat dari emas tersebut bukan barang baru, melainkan sudah dilakukan dari dulu pada saat pelantikan anggota dewan baru.

Bahkan kata Inggard, semua aparatur atau pejabat negara memakai lencana pin yang terbuat dari emas ini. Karena penggunaannya menurut mantan politisi Partai Golkar memang ada aturannya.

“Jadi penggunaan pin ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Ukuran masing-masing pin juga sudah ditetapkan sesuai aturan,” jelas Inggard.

“Saya kira PSI kalau mau mengomentari sesuatu di media harus tahu persis apa yang akan dikomentari. Jangan asal bicara. Pengadaan pin lencana emas ini kan memang dibuat untuk anggota dewan yang baru terpilih,” sambung Inggard.

Inggard pun akhirnya menyebut kalau PSI terkesan hanya ingin mencari panggung ketika menyoroti pengadaan pin lencana anggota dewan.

“Dari pada menyoroti persoalan pengadaan pin untuk anggota dewan baru, mending PSI bareng saya untuk mengusut tuntas kasus Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, Lahan Cengkareng, dan CSR,” tantang Inggard.

Inggard yang kembali terpilih kembali menjadi wakil rakyat Jakarta periode 2019-2024 ini mengatakan, kasus RS Sumber Waras adalah kasus besar, dimana hasil investigasi BPK DKI menyebutkan pembelian lahan Sumber Waras merugikan negara hingga Rp191 miliar.

Dalam perkembangannya, ada perubahan nilai kerugian setelah BPK melakukan audit investigasi. Kerugian berkurang menjadi Rp173 miliar.

“Kalau mau cari panggung atau mencari perhatian masyarakat jangan tanggung-tangung. Komentari dan selesaikan kasus RS Sumber Waras yang jelas-jelas sudah merugikan negara,”pungkas Inggard.

Seperti diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempersoalkan pengajuan angaran PIN Emas untuk anggota DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 1,3 triliun APBD Perubahan 2019.

PSI menilai pengadaaan Pin Emas untuk para anggota dewan hanya menghamburkan uang. Untuk itu PSI akan menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta.

Recent Posts

Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana di Takengon

MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…

17 jam yang lalu

Keselamatan Jemaah Umrah Harus Diutamakan di Tengah Konflik Arab Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…

19 jam yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi Landing Page UMKM Sumatera Bangkit untuk Pemilik Usaha Terdampak Bencana

MONITOR, Pidie, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by…

19 jam yang lalu

Pemupukan Berimbang dengan Pureplant Dongkrak Panen Padi hingga 10 Ton per Hektare

MONITOR, Bantul - Produksi padi pada demplot seluas 5 hektare yang dikembangkan Kelompok Tani Lestari…

20 jam yang lalu

Ketiban Berkah, Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026 di Semarang

MONITOR, Semarang - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak…

21 jam yang lalu