MONITOR, Jakarta – Pengamat Intelijen & Terorisme Harits Abu Ulya menyarankan agar pemerintah pusat melalui tokoh-tokoh kunci di Papua untuk sesegera mungkin membangun komunikasi persuasif dalam rangka mereda eskalasi aksi agar dapat terkendali.
“Di waktu berikutnya, pemerintah pusat harus punya komitmen tinggi untuk menjaga kadaulatan NKRI di Papua, tegas bersikap terhadap setiap anasir yang bisa mengancam kadaulatan tanpa risih atau takut sorotan pihak asing,” kata Harits dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/8).
Tidak hanya itu, sambung dia, pemerintah pusat harus tetap konsisten dalam pembangunan yang memakmurkan, mencerdaskan, dan memanusiakan masyarakat Papua.”Juga berperadaban tinggi dan berkeadilan harus tegak berkibar di Papua,” ujarnya.
Sehingga, sambung dia, adanya keinginan kuat untuk memisahkan diri dari NKRI, baik melalui ranah politik, referendum atau pun perlawanan secara fisik dengan sendirinya bisa tereduksi, bilamana pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat berjalan baik.
“Karena orang Papua akan (memiliki) kebanggaan menjadi orang Indonesia seutuhnya. Tidak lagi diposisikan laksana “Sapi Perah” sementara hidupnya tetap terus di “Kandang”.Semoga Papua segera dingin damai kembali,” pungkas Harits.
MONITOR, Jakarta - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak besarnya gaji…
MONITOR, Jakarta - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias…
MONITOR, Jakarta – Jaringan GUSDURian menilai Kapolri gagal bertanggung jawab atas berulangnya tindakan represif yang…
MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem memutuskan untuk menon-aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa urbach…
MONITOR, Jakarta - Mantan Aktivis 98, Arif Mirdjaja mengimbau agar pemerintah lebih aktif lagi melibatkan…
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) bersama…