Ketua DPRD Kota Cirebon Ingatkan Musuh Bangsa Saat Ini

26
Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno. Foto: Ist

MONITOR, Jakarta – Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno mengatakan salah satu musuh bangsa saat ini adalah disintegrasi dan terorisme, yang berujung pada keinginan merubah ideologi bangsa.

“Ke depan, kita bukan lagi dihadapkan dengan banyaknya moncong meriam, rudal, pesawat, tank atau serangan tentara asing, tidak. Akan tetapi ada tiga masalah besar ke depan yang menjadi tanggungjawab kita, salah satunya adalah soal disintegrasi dan terorisme itu,” ucap Edi dalam keterangan tertulisnya, saat dialog bertajuk ‘Semangat Kemerdekaan Dalam Memperkuat Kebangsaan di Kota Cirebon, Selasa (20/8).

Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan bahwa masalah besar lainnya yang menjadi ancaman atau musuh bangsa adalah soal korupsi.
Menurut Edi, persoalan korupsi ujungnya adalah memiskinkan bangsa dan menciptakan budaya yang korup.
Karenanya, harus diatasi dan dilawan untuk tujuan mempercepat proses kesejahteraan 
Persoalan lainnya, lanjut Edi, adalah soal ancaman narkoba yang sudah menjadi musuh dan ancaman dunia. 

“Bahkan sudah masuk RT/RW yang pada intinya adalah merusak masa depan bangsa, kemudian menurunkan tingkat kesehatan dan kecerdasan sehingga pada ujungnya akan mudah terjajah oleh budaya dan pengaruh yang dapat melemahkan anak bangsa,” papar dia.

Edi juga mengatakan bahwa, ada dua subtansi dari makna kemerdekaan atas bangsa Indonesia saat ini. Pertama, imbuhnya, mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan.
Kedua, lanjut dia, adalah memaknai era setelah kemerdekaan yang dihantarkan oleh para pendiri bangsa, khususnya proklamator sampai pintu gerbang kemerdekaan untuk kemudian mengisi kemerdekaan itu dengan apapun profesinya dan melanjutkan era yang dihadapi sekarang. 

“Tantanganya adalah harus keluar dari kemiskinan, kebodohan, masalah penggangguran dan percepatan kesejahteraan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia lagi, harus memahami dan mengerti tentang tantangan zaman atau musuh bangsa dan negara. 
“Subtansi kemerdekaan itu hendaknya dirubah menjadi sebuah motivasi atau semangat merdeka,” tegasnya. 

Dikatakannya, para pendiri bangsa telah membuat komitmen atau konsensus, kesepatakan bangsa. Kesepakatan itu adalah pertama, menyepakati landasan ideologi, yang digali para pendiri bangsa.
“Yang cocok adalah Pancasila. Landasan itu sebagai sebuah pandangan hidup dan cita cita besar bangsa Indonesia,” kata dia.

“Sebagaimana kita tahu di dunia ini hanya Indonesia yang lebih dari puluhan ribu pulau yang menjadi kesatuan dari ujung barat Aceh sampai ujung timur Papua menjadi satu bagian tak terpisahkan,” pungkasnya.