MONITOR, Jakarta – Tepat hari ini seluruh masyarakat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan ke-74.
Seperti upacara bendera di tahun-tahun sebelumnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, para veteran perang selalu diikut sertakan dalam upacara bendera tersebut.
Namun yang menjadi sorotan, para matan pejuang kemerdekaan tersebut selalu ditempatkan dibarisan belakang saat upacara berlangsung.
Melihat hal ini, cucu dari Jenderal Sudirman, Ganang Priyambodo Sudirman meminta pemerintah untuk memuliakan para veteran perang dengan meletakkan para pejuang kemerdakaan bangsa Indonesia itu berada di tempat duduk paling depan atau VIP saat upacara perayaan HUT kemerdekaan di halaman Istana Merdeka.
“Saya sudah berkali-kali mengusulkan hal ini ketika Presiden Pak SBY. Para veteran itu sudah sepuh, event seperti 17 Agustus atau Hari Pahlawan atau ketika kita punya ceremony merayakan hari itu saya itu inginnya mbok veteran itu diberi tempat duduk di VIP,” kata Ganang saat berbincang di Resto Teras Istana Tower 2 Telkom, Jakarta.
Menurut dia, selama ini para veteran selalu mendapat tempat duduk di baris paling belakang saat perayaan kemerdekaan. Padahal, sambung Danang, bangsa Indonesia bisa mereka karena pengorbanan para pejuang.
“Biarkan veteran itu menangis menikmati kemerdekaan ini. Semua berkat jasa-jasa mereka,” tegasnya.
Ganang menyebut, para veteran berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dengan biaya sendiri tanpa mengharapkan balasan apapun dari negara. Sehingga, selayaknya pemerintah mampu memuliakan veteran karena jasa-jasanya itu.
Ganang pun mengungkapkan alasannya tak pernah menghadiri acara perayaan kemerdekaan di Istana. Kata dia, sebelum veteran mendapatkan barisan paling depan, maka selama itu dia tidak akan pernah menghadiri momen-momen sakral pengibaran bendera itu.
“Saya tidak akan bisa terima orang tua saya duduk di barisan belakang padahal Dubes bisa di depan. Mereka itu orangtua saya. Ini sudah saya sampaikan ke Presiden sejak zaman Megawati, SBY, sampai Pak Jokowi. Kalau veteran dimuliakan dengan duduk paling depan, saya akan menangis,” ucapnya lirih.
Menurut dia, saat ini negara memang sudah bagus namun belum 100% sempurna karena pemerintah belum memuliakan para pejuangnya. Danang membenarkan bahwa pemerintah memberi perhatian kepada veteran perang.
“Permintaan saya sebetulnya bukan itu kami keluarga pahlawan itu tidak minta itu tak itu kami cuma minta untuk dikaryakan saja,”pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pilar pertumbuhan ekonomi melalui penguatan standardisasi dan…
MONITOR, Jakarta - Pembangunan UIN Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan madrasah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mempertanyakan ketidaksesuaian target dan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar dan Menteri Luar Negeri serta Urusan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyoroti salah satu…
Kualitas kamera menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih smartphone. iPhone 15 Pro hadir dengan…