Fadli Zon: Jangan Sampai Wacana Pindah Ibu Kota Bernasib Seperti Mobnas

57
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengingatkan wacana pemindahan Ibu Kota yang didengungkan pemerintahan Jokowi-JK bernasib sama dengan keinginan memiliki mobil nasional (Mobnas).

“Menurut saya (wacana,red) harus dipikirkan (matang), jangan seperti dulu ada Mobnas tapi selama 5 tahun tidak terjadi, ada pemindahan ibu kota, nanti pemindahan ibu kota tidak terjadi,” kata Fadli kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (16/8).

Sebab, kata Fadli, rencana pemindahan Ibu Kota yang didengungkan pemerintah Jokowi- JK, bukan merupakan sesuatu yang baru.

Menurut dia, daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pernah diwacanakan sebagai daerah baru Ibu Kota, ketika itu. Bahkan, infrastruktur di lokasi tersebut lebih memadai.

“Ini gagasan sudah ada dari zaman Bung Karno, Pak Harto sudah menggagas waktu itu rencana pemindahan ibu kota ke wilayah Bogor Timur di Jonggol dan sekitarnya, yang saya kira itu jauh lebih memungkinkan secara infrastruktur dan sebagainya, atau di wilayah mana lebih dekat yang infrastruktur sudah jadi,” ujarnya.

“Sehingga, kalau membangun dari nol, apakah mempunyai kekuatan keuangan kita untuk itu. Ini yang harus dipikirkan,” lanjut dia.

Oleh karena itu, wakil ketua umum DPP Partai Gerindra ini mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah untuk mengimplementasikan wacana, tanpa persiapan secara matang. Khususnya, mengenai anggaran untuk pindah ibu kota.

“Di manapun itu harus dihitung, uangnya dari mana, kalau uangnya bukan dari APBN uang dari mana, apa implikasi dari tidak menggunakan APBN, kemudian bagaimana memindahkan kan harus banyak membangun infrastruktur gedung, parlemen, kementerian-kementerian, lembaga, efisiensi seperti apa, apakah tidak kita konsentrasikan dulu kepada kepentingan kita lebih urgent yang ada di depan mata,”pungkas dia.