EKONOMI

Pertamina Berikan Kurban Sapi di Wilayah Terdampak Tumpahan Minyak ONWJ

MONITOR, Jakarta – Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta memberikan aksi simpatik kepada masyarakat yang terdampak musibah blok Offshore North West Java (ONWJ) yang berada di wilayah Kecamatan Pakis Jaya Karawang, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019).

Aksi simpatik diberikan berupa pemberian hewan kurban secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) SPPSI, M Anis didampingi Anggota Dewan Penasihat SPPSI Fahrur Roezi dan beberapa pengurus lainnya diterima oleh tokoh masyarakat yang juga pemilik Pesantren Al Hasyim, Pakis Jaya, Karawang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) SPPSI, M Anis mengatakan, penyerahan hewan kurban dilakukan berupa sapi, merupakan bentuk silaturahmi SPPSI dengan masyarakat sekitar, khususnya Pondok Pesantren Salafiyah Al Hasyin di Dusun Bugis, Pakis Jaya, Kerawang.

Lanjut Anies, Kecamatan Pakis Jaya merupakan salahsatu daerah yang terdampak tumpahan minyak proyek YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ).

“Ya jadi dalam kaitan ini, selain silaturahmi dan juga sebagai kepedulian kita terhadap masyarakat,” kata Anis.

Dirinya berharap silaturahmi yang berlangsung akan terjalin hubungan yang baik antara SPPSI, PT Perusahaan dan lingkungan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, tumpahan minyak di Karawang terjadi sejak 12 Juli lalu. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan 1.636,25 hektare (ha) milik tambak 127 orang di 6 kecamatan terdampak tumpahan minyak proyek YY, Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Anggota Dewan Kehormatan SPPSI, Fahrur Roezi mengatakan SPPSI selaku serikat pekerja yang berada di Pertamina, merasa terpanggil atas peristiwa tumpahnya minyak di perairan Karawang. Upaya penanganan limbah minyak akan dilakukan.

“SPPSI mengambil porsi itu, bukan membersihkan pantai, tetapi lebih dari pendekatan penangan dampak dengan melakukan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat yang berdampak,” ujar pria yang akrab disapa Ozi ini.

Meski demikian dirinya mengatakan, tindakan yang akan dilakukan dengan mengorganisir masyarakat sekitar untuk meminimalisir dampak dan proses recovery dari dampak ekonomi yang ditimbulkannya.

“Seperti keluhan air bersih. Nah kita mengorganisir guna meminimalisir dampaknya, dan mengajak karang taruna serta organisasi warga lain untuk pro aktif dalam penanganan limbah,”pungkasnya.

Recent Posts

Kemenag RI Turun Tangan di GKPI Mauk Sepatan, Gembok Dikembalikan dan Jamin Kebebasan Beribadah

MONITOR, Tangerang — Kementerian Agama RI melalui Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, turun…

18 menit yang lalu

Produksi Padi dan Cabai Bogor Meningkat dalam Demplot Aplikasi Pupuk Hayati ExtraGen

MONITOR, Bogor - Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton…

9 jam yang lalu

GNTI Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Kampung Nelayan Kalibaru

MONITOR, Jakarta - Ratusan warga Kampung Nelayan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan…

10 jam yang lalu

Hari Perdamaian Internasional: Palestina, Krisis Kemanusiaan, dan Dunia yang Tak Lagi Terusik

Oleh: Maria UlfaDosen Sastra Inggris, Fakultas Adab & HumanioraUniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta…

14 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

15 jam yang lalu

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional XXXI di Semarang

MONITOR, Semarang - Kafilah Provinsi Kalimantan Timur kembali meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an…

16 jam yang lalu