EKONOMI

BKP Kementan: Ketahanan Pangan adalah Pondasi Nasional

MONITOR, Banten – Kementerian Pertanian telah banyak melakukan terobosan kebijakan baik bidang produksi pertanian maupun bidang pangan.

Hasilnya-pun nampak nyata, Peringkat Status Ketahanan Pangan Indonesia meningkat dari 69 pada tahun 2017 menjadi 65 dari 133 negara tahun 2018. Selain itu, harga pangan stabil dan terkendali selama 4 tahun terakhir.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan, Andriko Noto Susanto saat berbicara sebagai special keynote speech pada International Conference on Agricultural and Rural Development (ICARD) 2019 yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di salah satu hotel di Kota Serang Banten, Kamis (08/08).

Ditambahkan Andriko, bahwa ketahanan pangan merupakan hal fundamental, karena kebutuhan dasar manusia, penentu ketahanan nasional.

“Upaya pemenuhan pangan menjadi krusial mengingat jumlah penduduk Indonesia diprediksi mencapai 318,7 juta jiwa pada tahun 2045,” ujarnya.

Bonus demografi di Indonesia dan peningkatan pendapatan kelas menengah ditengarai akan meningkatkan permintaan pangan olahan yang berkualitas, beragam, dan bergizi seimbang.

“Ini semua tantangan dan tuntutan kedepan yang harus dapat kita penuhi,” tambahnya.

Andriko juga memaparkan berbagai terobosan kebijakan yang dilakukan untuk menuju ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

“Ada 5 kebijakan yang dilakukan: perubahan regulasi seperti tender pengadaan benih menjadi penunjukan langsung, peningkatan infrastruktur dan investasi, swasembada dan peningkatan produksi pertanian, tata niaga pertanian, dan ekspor pangan serta substitusi impor,” urainya.

Menurut Andriko, banyak capaian keberhasilan yang diraih Kementan, pertama peringkat status ketahanan pangan Indonesja tahun 2018 naik dari peringkat 69 ke 65 dari 133 negara. Kedua, harga bahan pangan terbukti terkendali dan stabil yang ditunjukkan dengan penurunan nilai inflasi sebesar 1,26% tahun 2017.

Ketiga, Volume ekspor pertanian 2014 – 2018 meningkat 33,5 juta ton menjadi 45,5 juta ton (naik 26,9%). Keempat, Nilai Investasi Pertanian naik menjadi 61,6 Trilyun dibanding 2013 (naik 110,2%). Kelima, PDB Pertanian naik dari 848,8 trilyun menjadi 1.005,4 trilyun, dan menempati peringkat 5 dari 224 negara.
Keenam, penurunan penduduk miskin dari 17,74 juta jiwa menjadi 15,81 juta jiwa (menurun 10,87%).

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Sholeh Hidayat menyampaikan bahwa, pertanian merupakan sumber utama penghidupan dan kebutuhan hak azasi yang harus dipenuhi.

“Banyak kendala dihadapi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan, seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan SDM pertanian, namun saya yakin dengan kerja keras pemerintah dan dukungan perguruan tinggi semua bisa diatasi,” jelas Soleh

Hadir dalam konferensi perwakilan dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, juga dari negara asing seperti United States Amarica (USA), Bangladesh, Thailand, Malaysia, dan Jepang.

Recent Posts

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

12 jam yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

16 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

1 hari yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

1 hari yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

2 hari yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

2 hari yang lalu