Pimpinan DPRD Dinilai Tak Serius Pilih Wagub DKI

72
Anggota Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta, Mujahid Samal

MONITOR, Jakarta – Berlarut-larutnya pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta menjadi tanda tanya besar masyarakat Jakarta. Sejumlah alasan pun pernah telontar terkait tak kelar-kelaelrnya pemilihan wagub oleh para wakil rakyat Jakarta tersebut.

Bahkan belakangan ini sejumlah anggota DPRD berani mengungkap alasan dibalik tak pernah selesainya pemilihan wagub.

Adalah Mujahid Samal anggota Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta yang berani secara terang-terangan mengatakan kalau pimpinan DPRD lah seharusnya bertanggungjawab atas berlarut-larutnya pemilihan wagub.

“Untuk masalah pemilihan wagub yang berlarut-larut ini sebenarnya semuanya kembali kepada pimpinan dewan,”ungkap Mujahid Samal dalam keterangan tertulisnya kepada MONITOR, Jumat (9/8)

Menurut Samal, perkara pemilihan Wagub DKI sebenarnya tidak akan berlarut-larut seperti ini kalau pimpinan dewan punya niat baik untuk bisa menyelesaikannya.

“Saya rasa kalau pimpinan dewan punya niat baik untuk menyelesaikan pemilihan wagub, seminggu saja bisa kelar nih pemilihan wagub, tak perlu sampai berbulan-bulan seperti sekarang ini,”tegas Samal.

Dikatakan Samal, pihaknya menduga pimpinan dewan punya kepentingan tersendiri dalam pemilihan wagub ini.

“Buktinya, rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) dewan untuk membahas kesepakatan tata tertib (tatib) pemilihan wagub empat kali digelar tak pernah kuorum. Ketua dan empat wakil ketua ketika diundang Rapimgab tak pernah hadir,”tandasnya.

Dengan fakta ini, ditegaskan Samal, jelas pimpinan para pimpinan dewan tidak ada punya niat baik untuk menyelesaikan memilih wagub.

Sementara itu, Gubernur Jakarta Anies Baswedan berharap kalau DPRD DKI Jakarta segera menuntaskan proses pemilihan wagub.

“Kami berharap DPRD segera menyiapkan agar segera bersidang karena ini adalah bulan terakhir DPRD bertugas,” kata Anies di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Anies menuturkan anggota DPRD DKI Jakarta bertanggung jawab atas kekosongan tersebut. Dia menyebut sejarah akan mencatat kinerja DPRD DKI Jakarta terkait wagub tersebut.

“Harapan saya, mereka bisa tuntaskan sebelum selesai masa jabatannya. Jadi supaya dicatat dalam sejarah. Kan catatan sejarahnya terjadi kekosongan gubernur, DPRD bertanggung jawab mengisi kekosongan, nah ini tinggal satu bulan. Mudah-mudahan nanti mereka bersidang dan terpilih salah satu,”ujar Anies.