Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. Foto: Ist.
MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengaku ironis terkait dengan wacana Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Moh. Nasir mendatangkan (impor) rektor asing bagi sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yang dinilai telah menodai prestasi para akademisi dan tidak menghargai sumber daya manusia (SDM) bangsa sendiri.
Padahal, sambung dia, dampak negatif globalisasi saja belum mampu diatasi, mengapa pemerintah menambah persoalan baru dengan mengimpor rektor asing.
“Kita mengkhawatirkan intervensi asing di era sekarang, malah kita impor rektor. Kita ingin menguatkan nasionalisme, jawabannya kok impor rektor,” kata Fikri, di Jakarta, Kamis (8/8).
“Bahkan, kita mencurigai dosen, mahasiswa, dan semua civitas akademika kita sendiri dengan melakukan screening dari ideologi asing, kok, malah kita longgar dengan warga asing yang jelas mereka tidak akan bisa menanamkan nilai-nilai ideologi negara kita,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah tidak merealisasikan rencana mengimpor rektor asing, sebab hal itu hanya akan menimbulkan kisruh di kalangan akademisi.
Politikus PKS ini mengusulaka, supaya pemerintah mengedapankan SDM dalam negeri dalam memajukan perguruan tinggi. Terlebih, warga negara Indonesia (WNI) berada di luar negeri.
“Lalu, bagaimana dengan orang-orang Indonesia di luar negeri yang malah tidak mau pulang karena tak diakomodasi kemampuannya. Apa tidak sebaiknya fenomena brain drain ini diatasi dengan mengundang mereka pulang,” pungkas anggota dewan dari Dapil Jawa Tengah IX itu.
MONITOR, Brebes - Dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu…
MONITOR, Brebes - Ratusan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendeklarasikan komitmen bersama mewujudkan…
Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…
MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…