Pengamat: Negara Harus Pikirkan Kerugian Masyarakat Akibat Listrik Padam

272
Penanganan listrik (Foto: Jawa Pos)

MONITOR, Jakarta – Pengamat Ekonomi Roda Institut, Ahmad Rijal Ilyas menyesalkan adanya ketidaknyamanan dari masyarakat akibat padamnya listrik di sejumlah daerah Jabodetabek dari siang tadi. Pemerintah tak boleh acuh akibat kerugian yang dialami oleh masyarakat.

“Kerugian masyarakat dari yang mempunyai usaha paling mikro hingga yang makro pasti terganggu dan mengalami kerugian bisnis akibat pemadaman listrik. Pemerintah tak boleh acuh atas kerugin tersebut,” ucapnya kepada media di Jakarta, Minggu (4/8).

Alumni Fakultas Ekonomi UIN Jakarta ini bahkan memberikan contoh pengalaman dari Korsel, Menteri Ekonomi Korsel, Choi Joong-Kyung yang pernah mundur akibat listrik padam di negaranya tersebut.

“Choi mundur akibat terjadinya pemadaman listrik massal yang menyebabkan 2,1 juta rumah tangga berada dalam kegelapan hingga 1 jam. Nah hari ini berapa jam dan berapa juta masyarakat Indonesia Mengalami pemadaman listrik? ,” tegas Rijal.

Mantan bendahara PBHI Jakarta ini meminta Presiden Jokowi untuk segera mengevaluasi kinerja bawahannya terkait insiden pemadaman listrik yang terjadi hari ini.

“Ini bentuk kegagalan manajemen yang terjadi di PLN dan Kementerian terkait. Pak Jokowi harus segera tegas untuk mengevaluasi insiden matinya listrik tersebut,” katanya.

Selain itu, kata Rijal, pihaknya berharap kedepan tidak terjadi lagi kejadian mati listrik yang bisa mengganggu kenyamanan dan hak-hak masyarakat di Indonesia.

“Persoalan listrik harus segera diatasi, manajemen harus diperbaiki agar kedepan tidak terjadi lagi kejadian yang sama. Masyarakat pasti mengalami kerugian yang sangat besar,” tandasnya.