MEGAPOLITAN

Dibangun Asal-asalan, DPRD DKI Prihatin Kondisi Bangunan SLB Negeri 09 Sunter

MONITOR, Jakarta – Sejumlah anggota Badan Anggaran (DPRD) DKI Jakarta merasa prihatin atas hasil proyek pembangunan gedung Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 09 Sunter Agung, Jakarta Utara. Untuk itu, pada wakil rakyat Jakarta ini berinisiatif akan memanggil sejumlah pihak terkait proyek pembangun sekolah tersebut.

Para politisi Kebon Sirih ini menilai, pelaksanaan pembangunan tidak sesuai spesifikasi perencanaan sehingga merugikan pihak sekolahm

“Kami sangat prihatin melihat kondisi sekolah dibangun asal-asalan, tanpa AC, ruangan pengap, tanpa alat peraga bagi kebutuhan khusus, tidak ada ruang tunggu bagi orang tua,” ujar Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Mohammad Taufik saat memimpin kunjungan ke SLBN 09 di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/8).

Taufik dan sejumlah anggota dewan berencana memanggil Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Pak Blessmiyanda, Kepala Dinas Pendidikan, dan pengembang yang mengerjakan proyek tersebut. Dia menilai, perencanaan pembuatan bangunan SLBN itu tidak sesuai dengan harapan.

Taufik bersama anggota Banggar Bestari Barus, Mety Magdalena dan lainnya menyambangi gedung SLBN 09 yang baru selesai dibangun dan mulai dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak Juli 2019.

Kedatangan rombongan ini disambut Kepala SLBN 09 Sunarno, Kasi Sarpras Sudin Pendidikan, Komite Sekolah, dan lainnya.

“Saya serius akan menyampaikan kekecewaan ini kepada Gubernur agar dilakukan perbaikan,” kata Taufik.

Gedung empat lantai itu yang terdiri 85-an ruangan kelas itu tidak ada satu pun unit pengatur udara atau AC sehingga siswa dan guru sama-sama berkeringat di ruang kelas. Area sekolah juga tidak ada ruang tunggu atau taman bermain anak, sehingga orang tua terpaksa menggelar kertas koran di jalanan untuk sekedar duduk.

“Ternyata banyak orangtua dari Cengkareng, Cililitan, dan lainnya, terpaksa menunggu dari pagi hingga siang untuk mengawal anaknya yang berkebutuhan khusus bersekolah di sini. Mestinya mereka disediakan ruang tunggu yang nyaman,” timpal Bestari.

Kepsek Narno menjelaskan sekolah ini melayani pendidikan luar biasa mulai dari setara TK, SD, SMP, sampai SMA.

“Saat ini jumlah guru sebanyak 60 orang melayani 200-an siswa. Adapun pekerja teknik sebanyak 10 orang, sedangkan petugas kebersihan sangat minim,” ujar Narno sambil menambahkan bahwa tugas guru di sini tidak hanya mengajar, tapi juga menyuapi siswa.

Ironisnya, para guru berstatus PNS yang kerjanya lebih berat dibanding guru sekolah normal, namun statusnya disamakan dengan guru TK, sehingga tunjangan kerjanya lebih kecil.

“Saya sendiri jadi guru SLB sejak 1986 dan baru baru-baru ini jadi Kepsek, tunjangannya sama dengan guru taman kanak-kanak,” pungkasnya.

Recent Posts

Wamen UMKM Ungkap Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan tiga…

8 jam yang lalu

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

14 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

15 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

1 hari yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

1 hari yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

1 hari yang lalu