PARLEMEN

Reydonnyzar Moenek Yakin IKPS Mampu Bantu Tekan Kemiskinan di Pesisir Selatan

MONITOR, Jakarta –Sekretaris Jenderal DPD RI Reydonnyzar Moenek (Donny) mengatakan pengembangan dan sinergisitas Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) dinilai sangat penting untuk kemajuan daerah Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). 

Lantaran, IKPS menjadi kekuatan dan  peluang bagi Pesisir Selatan yang menjadi garis pantai terpanjang di Indonesia.

“Pesisir selatan merupakan garis pantai terpanjang di Indonesia bahkan termiskin. Untuk itu, terpenting saat ini dimana posisi sekarang dan mengarah kemana IKPS ini ke depan,” kata Donny saat bertemu dengan Panitia Munas IKPS, di Gedudng DPD RI, Senayan, Selasa (30/7).

“Kita bukan hanya bicara pengurusan atau terpilih dan dipilih. Tapi bagaimana bentuk kepedulian kita kepada ranah rantau,” tambahnya.

Sumbar, sambung Donny, khususnya Pesisir Selatan harus berfikir bagaimana bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Sebenarnya masalah mendasarnya yakni kecilnya fiskal Sumbar yang sangat berbeda jauh dengan DKI Jakarta.

“Padahal Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta terbesar dari pedagang di Tanah Abang yang berasal dari Sumbar,”papar dia.

Ia juga menambahkan, dengan sinergi dan kolaborasi dengan pusat maka tidak ada lagi kemiskinan di Pesisir Selatan. Bahkan, ia menekankan termasuk dalam hal geopolitik dan geostrategis dengan pemerintah pusat. 

“Ditengah keterbatasan fiskal Sumbar maka kita juga perlu geopolitik dan geostrategis dengan pemerintah pusat. Maka kedepan tidak ada lagi ‘cap’ kemiskinan di Pesisir Selatan,” sebutnya.

Oleh karena itu, kedepannya, Reydonnyzar berharap potensi organisasi IKPS juga memiliki kekuatan baru bagi ranah rantau. Maka organisasi ini bisa menggagas keuntungan dan kemajuan bagi Pesisir Selatan. “Kita berharap IKPS bisa memberikan kontribusi positif bagi Pesisir Selatan,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Munas IKPS Alirman Sori Chaniago berharap Sekjen DPD RI bisa hadir dalam Munas IKPS pada Agustus 2019 nanti untuk memberikan gagasan dan ide bagi Pesisir Selatan.

“Kehadiran Pak Sekjen DPD RI diharapkan bisa memberikan masukan bagi ranah rantau untuk yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Menurut Alirman, dengan pengalaman Reydonnyzar yang sudah malang-melintang di pemerintahan. Tentunya kehadiran beliau bisa memberikan motivasi dan memperkuat Sumbar khususnya di Pesisir Selatan. “Maka tidak ada lagi Pesisir Selatan menjadi daerah termiskis,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Panitia Munas Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) mengundang Sekjen DPD RI untuk hadir pada acara Munas ke-5 IKPS dalam rangka pengembangan organisasi kedaerahan di era globalisasi dan digitalisasi.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan

MONITOR, Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui…

7 jam yang lalu

Dari Aspirasi Komunitas Tuli hingga Masuk MTQ Nasional, Kemenag Terus Kembangkan Al-Qur’an Isyarat

MONITOR, Semarang - Pengembangan Al-Qur’an Isyarat di Indonesia terus bergerak maju, mulai dari aspirasi komunitas…

9 jam yang lalu

Menteri Agama Lantik Dirjen Pesantren Pertama dan Empat Rektor PTKN

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat…

12 jam yang lalu

Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…

13 jam yang lalu

Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…

15 jam yang lalu

Menag Raih Penghargaan Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat penghargaan di bidang pengembangan pariwisata keagamaan. Menag…

17 jam yang lalu