MEGAPOLITAN

Pulau Untung Jawa Tercemar Limbah, Bupati Diminta Turun Tangan

MONITOR, Jakarta – Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, saat ini sedang tercemar limbah minyak. Dampak nelayan dan warga setempat terganggu dengan adanya limbah tersebut.

Melihat hal ini, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Neneng Hasanah meminta Bupati Kepulauan Seribu, Husen Murad, jangan hanya berdiam diri melihat tercemarnya Pulau Untung Jawa tersebut.

“Sebagai Bupati Pulau Seribu, Husen Murad harusnya turun tangan dong. Karena sampai saat ini, warga sudah resah dan sangat terganggu dengan limbah minyak itu,” ujar Neneng di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (29/7).

Menurut Neneng, dirinya mendapat kabar dari masyarakat disana, sampai saat ini belum ada tindakan atau pun langkah konkrit dari Bupati Pulau Seribu untuk menyelesaikan pencemaran limbah minyak tersebut,” ungkap Neneng.

Tak hanya itu, sambung Neneng, Dinas Lingkungan Hidup juga harus tegas memberikan sanksi kepada pelaku pencemaran lingkungan itu. Terlebih, pencemaran limbah minyak itu seringkali terjadi di perairan Kepulauan Seribu.

“Itu kan sudah sangat merusak laut Jakarta. Biota laut jadi mati. Kalau itu mati, pencaharian nelayan di sana kemana? Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup juga turun tangan, agar pencemaran itu tidak lagi terjadi. Kalau perlu disanksi pelakunya,” tegas Neneng.

Sementara itu Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rusliyanto mengungkapkan, pada hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 sekitar pukul 06.30 WIB telah terjadi kebocoran dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina yang terletak sekitar 2 (dua) kilometer dari Pantai Utara Jawa, Kerawang, Jawa Barat, pada titik koordinat 06° 05′ 864″ LS 107° 37′ 463″ BT.

“Untuk mengendalikan kejadian tersebut Personel Lanal Cirebon yang melaksanakan Pengamanan Objek Vital di Wilayah tersebut a.n Serka Suwadi melaksanakan koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta instansi terkait terdekat guna mempercepat proses evakuasi karyawan yang bekerha di tempat tersebut,” katanya.

Bahkan, katanya, pihak perusahaan langsung membentuk Tim Penanganan Kejadian untuk menanggulangi kejadian tersebut dan segera menghentikan kegiatan pengeboran. Dia mengatakan, selain gelembung gas, sekitar pukul 09.00 Wib ditemukan adanya minyak yang bocor (oil spill) ke Laut, namun untuk jumlahnya sampai saat ini masih belum bisa diperkirakan.

“Pada hari kamis tanggal 25 Juli 2019, Dinas Lingkungan Hidup diwakili oleh Kepala seksi penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa bersama sudin lingkungan hidup kabupaten Kepulauan Seribu, unsur PulauJawa, unsur Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk melakukan verifikasi lapangan ke Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kelor, Pulau Onrust, Pulau Rambut,” ujarnya.

Recent Posts

Naskah Doa Menag dalam Sidang Tahunan-Sidang Bersama 2026

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…

3 jam yang lalu

Kemenhaj Turun Tangan Lindungi 33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Soetta

MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…

4 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…

6 jam yang lalu

17 OTT KPK Jadi Alarm Demokrasi, LSAK Dorong Pembenahan Sistem Pilkada

MONITOR, Jakarta — Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai 17 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan…

7 jam yang lalu

Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan

MONITOR, Musi Banyuasin – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Periksa Bos PT TAS Akibat 120 Jemaah Gagal Berangkat dan 38 Jemaah Terkendala Kepulangan

MONITOR, Banjarmasin - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa PT TAS terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan perjalanan…

1 hari yang lalu