Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon (dok: Rmol)
MONITOR, Jakarta – Kasus teror yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga kini belum tuntas. Terbaru, Amnesty International Indonesia membawa kasus tersebut ke Kongres Amerika Serikat.
Manajer Advokasi Asia-Pasifik Amnesty International USA Francisco Bencosme sendiri bersaksi di forum tersebut pada Kamis, 25 Juli 2019, pukul 10 pagi waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.
Dimana, kasus teror Novel ini dinilai sebagai salah satu kasus yang layak dibawa ke Kongres AS bersama kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya.
Menanggapi berlarutnya kasus ini, Wasekjen DPP Demokrat Jansen Sitindaon menyayangkan lantaran pemerintah tak mampu menuntaskan kasus tersebut. Sebaliknya, justru melibatkan pihak asik lainnya untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Aduhh.. masak pengungkapan kasus begini aja harus melibatkan negara asing sih rekk?” kata Jansen menanggapi kabar tersebut, Jumat (26/7).
Politikus muda asal Sumatera Utara ini menilai, apabila pemerintahan Jokowi tak mampu menuntaskan kasus Novel ini, maka kedepan akan menjadi duri dalam kepemimpinan Jokowi sendiri.
“Jika ini tidak dituntaskan, selamanya akan terus jadi duri dalam daging pemerintahan pak Jokowi. Karena mata Novel adalah prasasti hidup hilangnya keadilan itu sendiri,” kritik Jansen.
MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…
MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…
MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…
MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…