PERTANIAN

Kekeringan, Produksi Cabai di Cianjur Tetap Surplus

MONITOR, Cianjur – Pasokan cabai dari Cianjur ke Jakarta dipastikan aman.‎ Itu lantaran, para petani di wilayah tersebut tetap mampu berproduksi cabai dengan maksimal kendati mengalami kekeringan.

Kabid Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Hasan mengungkapkan produksi cabai di Cianjur saat ini tetap surplus kendati terjadi kekeringan.

“Produksi cabai kita masih surplus bahkan kita masih mampu pasok ke Jakarta diatas 10 ton per hari,” kata Abah Hasan, di Cianjur, kemarin.

Memang, harga cabai saat ini masih tinggi. Untuk cabai keriting saja harga masih berkisar Rp 45 ribu hingga Rp 47 ribu per kilogram. Namun menurutnya, harga tersebut masih terbilang wajar karena memang permintaan dari pasaran saat ini cukup tinggi. “Biasanya karena hukum suplai demand saja. Selain itu memang konsumsi masyarakat tinggi karena biasanya di bulan-bulan ini juga banyak hajatan. Mulai dari Bulan Syawal (Lebaran) sampai Muharram ini banyak hajatan di masyakat tinggi sehingga konsumsi meningkat. Tapi bukan karena kekeringan,” tambah dia.

‎Ketua Kelompok Tani Gede Harapan Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur Udin Suherlan mengatakan kunci pertanian di Cianjur saat ini sehingga petani cabai bisa tetap berproduksi sepanjang tahun karena ada irigasi yang baik. “Tapi agar lebih maksimal, produksi lebih meningkat, ada bantuan untuk program pipanisasi karena sumber air disini ada. Jadi kurang maksimal karena terkendala air,” katanya.

Udin menuturkan, petani di wilayahnya memproduksi beraneka sayuran dan cabai. Selain cabai keriting, salah satu komoditas yang menjadi unggulan di Rekbrong adalah Cabai Paprika. ‎”Jadi peluang usaha disini bagus,” katanya.

Menurut Udin, salah satu kunci kesuksesan petani di wilayahnya adalah efisiensi produksi. Salah satu upaya menekan biaya produksi para petani adalah dengan menggunakan pestisida alami. “Kalau dulu biasanya per hektar Rp 90 hingga 100 juta, sekarang dengan pestisida alami bisa pangkas 25 persen menjadi Rp 70 hingga 75 juta,” tambah dia.

Di tempat yang sama, Dirjen Hortikultura Suwandi mengatakan, selain Cianjur, petani cabai di Sukabumi juga masih mampu memasok cabai diatas 10 ton perhari. Kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya menggelar koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Sukabumi, dan pelaku usaha cabai di Sukabumi.

“‎Saya kan hitungnya secara makro. Kalau di Jakarta sudah masuk 25 truk (cabai) ya berarti pasokan aman. Kalau kurang dari 25 truk berarti harga akan naik,” kata Suwandi.

Namun demikian, dia berharap kenaikan harga cabai ini bisa disikapi dengan baik. Toh, petani juga saat ini bisa menikmati harga cabai yang ada saat ini. “Petani kita ini kan tahan banting, kuat. Tapi masih ada tugas lain buat efisien biaya dan bersatu naik kelas dari kelompoktani menjadi koperasi bahkan korporasi. Klo masuk ke Jakarta 25 truk aman…harga turun mulai panen. Klo kurang 20 truk harga naik itu. Petani kuat, pantang mrnyerah, tidak mengeluh, cemas, seluruhnya disikapi baik. Tapi masih ada tugas lain untuk buat pertanian lebih efisien lagi dah hasil lebih bagus. Kalau bagus manfaatnya kan buat petani juga. Jangan sampai kalah, tekan biaya produksi yang serendah-rendahnya dengan hasil (produksi) setinggi-tingginya,” tambah dia.

Recent Posts

Dirut LPDB Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, secara resmi membuka kegiatan Pekan Kreatif Nusantara (PKN)…

2 jam yang lalu

Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan, Jasa Marga Kembali Tembus Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali memperoleh pengakuan di kancah internasional dengan masuk…

3 jam yang lalu

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Padi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) secara masif meluncurkan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan…

7 jam yang lalu

17 Jemaah Haji Jombang Mendapatkan Bantuan dari UEA

MONITOR, Jombang — Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal fase kepulangan jemaah haji Indonesia hingga…

11 jam yang lalu

Puan: Pemulihan Pascagempa Sulteng Harus Berorientasi pada Pemulihan Kehidupan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas musibah gempa bumi besar…

12 jam yang lalu

Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol untuk Tingkatkan Kelancaran, Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan

MONITOR, Jakarta - Mengantisipasi lonjakan pengguna jalan pada periode libur sekolah, PT Jasa Marga (Persero)…

1 hari yang lalu