PARLEMEN

Fahira Idris: Anak adalah Subjek Penting Pembangunan

MONITOR, Jakarta – Pada peringatan Hari Anak Nasional 2019, Senator DPD RI Fahira Idris mengingatkan bahwa anak adalah elemen penting yang harus dibangun.

Menurutnya, sebuah bangsa yang visioner akan menjadikan anak sebagai subjek penting pembangunan.

“Bangsa yang visioner menjadikan anak subjek penting pembangunan,” ujar Fahira Idris, dalam laman tertulisnya, Selasa (23/7).

Senator berdarah Minang ini mengatakan, anak bukanlah hanya sekadar tumpuan bangsanya. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa anak merupakan wajah peradaban sebuah bangsa.

“Karena anak bukan sekedar tumpuan masa depan bangsa. Tetapi anak adalah wajah peradaban sebuah bangsa,” tuturnya.

Recent Posts

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

4 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

5 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri bekali Anggota DPRD dan DPC PDIP Paradigma Ekonomi Biru Atasi Krisis Pembangunan

MONITOR, Makassar – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau,…

6 jam yang lalu

Kemenag dan BI Dorong Rohis Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital

MONITOR, Bali - Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia terus memperkuat kapasitas…

7 jam yang lalu

Gaungkan Gerakan Literasi, Legislator Willy Aditya Usul Ada Pojok Baca untuk Karyawan Hingga OB dan Sopir

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya sebagai salah satu legislator…

8 jam yang lalu

Kemnaker Umumkan Tiga Besar Calon Direktur Polteknaker Periode 2026–2030

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan tiga besar calon Direktur Politeknik Ketenagakerjaan…

11 jam yang lalu