Pimpinan MPR Harus Orang yang Memahami Konstitusi, Sejarah evolusi dan Ruh Marwah Pancasila

Anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. Foto: MPR RI

MONITOR, Jakarta – Anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengusulkan agara fraksi-fraksi di MPR untuk mulai mewacanakan gagasan, konsep besar yang akan dilakukan dan program strategis untuk dikerjakan bila terpilih sebagai pimpinan lembaga penjaga marwah empat pilar tersebut.

“Dalam isu pimpinan MPR, PDI Perjuangan lebih mengedepankan program strategis untuk MPR periode 2019 – 2024,” kata Hendrawan dalam diskusi Empat Pilar MPR dengan tema ‘Musyawarah Mufakat untuk Pimpinan MPR’ di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/7).

Selain itu, ia juga menyarankan agar semua fraksi menyodorkan nama yang sesuai kriteria dan rekam jejak yang baik untuk pimpinan MPR dalam rangka mempermudah komunikasi politik nantinya. “Pimpinan MPR harus orang yang memahami konstitusi, sejarah evolusi dan ruh marwah Pancasila,”sebut dia.

Tidak hanya itu, anggota Komisi XI DPR itu menjelaskan bahwa ada tiga kemungkinan dalam konstelasi pemilihan nanti. Pertama, pimpinan MPR akan dipilih secara aklamasi atau musyawarah dan mufakat.

Namun, untuk mencapai aklamasi tergantung pada figur ketua MPR. Dia mencontohkan figur Taufiq Kiemas yang terpilih sebagai Ketua MPR secara aklamasi pada tahun 2009.

“Apakah kita punya figur seperti Taufiq Kiemas yang menjadi jembatan kebangsaan? Dilihat dari nama-nama yang beredar, sepertinya agak sulit untuk dilakukan secara aklamasi,” kata Hendrawan yang juga Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR.

Yang kedua, pemilihan pimpinan MPR dengan tiga paket. Dilihat dari jumlah fraksi dan kelompok DPD, sambung Hendrawan, bisa muncul tiga paket pimpinan. Setiap paket pimpinan itu ada dua orang wakil dari DPD dan tiga orang dari parpol.

“Tiga paket ini kemudian dipilih oleh anggota MPR,” ujarnya. Sedangkan yang k
Ketiga, paket tengah. Menurut Hendrawan, paket tengah ini disusun oleh Parpol dengan prediktabilitas (kemungkinan) kemenangan yang jelas.

Paket ini bisa diajukan urutan pertama sampai tiga pemenang pemilu, satu partai menengah dan ditambah DPD. Misalnya, PDI Perjuangan (128 kursi), Golkar (85 kursi), Gerindra (81 kursi), ditambah satu partai menengah, dan DPD (136 kursi).

“Jumlahnya sudah lebih dari 360 kursi (anggota MPR sebanyak 712 orang). Dengan demikian paket pimpinan MPR ini sudah pasti menang,” pungkasnya.