Kementan Mantapkan Model Korporasi Petani Cabai

31
Foto: Istimewa

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian tak henti melakukan terobosan untuk memajukan pertanian Indonesia. Tidak hanya kebijakan dan teknologi saja, peningkatan kualitas SDM pertanian juga tak luput dari perubahan ini. Menteri Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian harus lebih maju dan modern.

“Jangan lagi berfikir bahwa petani di Indonesia itu ortodok dan konvensional. Petani itu sekarang harus cerdas, berpikiran maju dan modern. Ini tantangan di era digitalisasi global,” tandas pria asal Bone berprestasi tersebut.

Kasubdit Aneka Cabai, Mardiyah Hayati menyebut model korporasi sebagai salah satu cara jitu mengkonsolidasikan kelembagaan petani cabai.

“Sesuai dengan arahan langsung Presiden, kita korporasikan kelompok-kelompok tani kecil agar skala usahanya lebih kuat dan meningkat. Pengembangan kawasan cabai berbasis korporasi akan memudahkan transfer teknologi, pengelolaan organisasi, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas SDM hingga konsolidasi pemasarannya,” kata Mardiyah saat mengadakan pertemuan dengan perwakilan kelompok tani cabai dari beberapa kecamatan di Cianjur.

Acara tersebut dilaksanakan oleh Ditjen Hortikultura bersama Balai Besar Pengkajian Badan Litbang Pertanian yang telah melakukan inisiasi pengembangan kelembagaan petani cabai menuju Korporasi Pertanian sejak 2017.

“Saat ini kita fokus pada peningkatan kualitas dan kapasitas SDM petani cabai melalui pengembangan kawasan korporasi supaya pengembangan cabai lebih maju dan terarah. Termasuk ini bagian dari upaya menata sistem produksi cabai. Kita ingin petani tumbuh itu juga keatas, bukan hanya kesamping. Cianjur jadi pilot project nya,” paparnya, Selasa (16/7).

Untuk mendukung kawasan cabai berbasis korporasi di Cianjur, Direktorat Jenderal Hortikultura menyerahkan bantuan APBN berupa benih cabai, pupuk dan mulsa plastik kepada 24 kelompok tani. Menurut Mardiyah, bantuan tersebut sifatnya sebagai pengungkit supaya petani cabai Cianjur semangat menanam dan bisa menjaga produksi cabai stabil sepanjang tahun.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Uvien Supriatna Hasan, menyatakan kesiapan daerahnya sebagai pilot project korporasi petani cabai.

“Petani cabai di Cianjur sangat siap melaksanakan Program Korporasi dari Kementan. Sudah saatnya petani juga eksis di era digitalisasi nanti. Jadi semua serba tertata, terstruktur dan modern. Pada intinya, sebenarnya itu memang keinginan petani cabai disini. Mudah-mudahan program ini akan berkesinambungan dan terus meluas, supaya petani cabai kita bisa lebih maju dan sejahtera,” kata Hasan optimistis.

Di tempat yang sama, peneliti senior dari Balai Besar Pengkajian Pengembangan Teknologi Pertanian, Lira Mailena menjelaskan pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui model korporasi.

“Sudah tidak jamannya petani kerja sendiri. Mereka harus bergabung dalam kelembagaan yang dikelola secara profesional supaya mampu berdaya saing. Salah satunya melalui kelembagaan koperasi petani. Koperasi bisa menjadi model pelembagaan dalam sistem korporasi usahatani,” jelas wanita yang biasa dipanggil Elen tersebut.

Para petani yang tergabung dalam Gapoktan Mujagi menyambut baik upaya Kementan mengkonsolidasikan kelompoktani cabai di wilayah Cianjur ke dalam wadah lembaga koperasi. Ridwan, tokoh petani cabai yang didaulat sebagai ketua koperasi cabai Cianjur mengapresiasi inisiatif Kementan membangun model korporasi di daerahnya.

“Ya, kalau petani mau untung harus mau berkelompok seperti sholat berjamaah, pahalanya lebih banyak dibanding solat sendiri. Silakan bergabung dalam koperasi Maju Berkah Mandiri yang dirintis Kementan. Petani insya Allah akan lebih sejahtera,” kata Ridwan meyakinkan.