Polusi di Ibukota Makin Mengerikan, Dinkes DKI Sarankan Pakai Masker

235
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (dok: Republika)

MONITOR, Jakarta – Ini patut diketahui seluruh lapisan masyarakat yang beraktivitas di Jakarta. Pasalnya, polusi udara Ibukota Jakarta saat ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

Dinas Kesehatan DKI pun menyarankan agar warga memakai masker saat beraktifitas di luar ruangan. Masker N95 yang memiliki cengkuk pada bagian mulut dan hidung sangat dianjurkan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menilai masker kain biasa yang dijual di pasaran kurang efektif menangkal dampak polusi udara yang ada di Jakarta. Sebab, masker yang biasa dijual di pasaran hanya dapat menyaring polusi udara sebesar 10 mikron.

“Kurang efektif kalau masker bedah karena hanya dapat menembus 10 mikron (ukuran partikel polusi udara) Sementara masker N95 bisa menyaring partikel-partikel di bawah 10 mikron hingga 2,5 mikron,” ujar Widyastuti, di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Widyastuti juga mengingatkan agar pemakaian masker N-95 dilakukan dengan konsisten agar mendapat hasil maksimal.

“Jadi kalau menjaga terdampak polusi udara kita harus memakai masker yang konsisten. Tidak buka tutup artinya,” kata Widyastuti.

Lebih lanjut Widyastuti mengatakan, masyarakat sering risih ketika saat memakai masker tipe N-95. Sebab masker ini memiliki lekukan di hidungnya. Bentuk seperti ini membuat masyarakat menjadi tidak nyaman.

“Jadi karena bentuk maskernya tidak pas diwajah, makanya kadang orang memakai maskernya salah. Jadi mereka gak nyaman gitu,” katanya.

Ia pun mencontohkan masker N-95 juga digunakan oleh dokter dan perawat melakukan tindakan ke pasien yang memiliki penyakit menular.

“Jadi makanya, emang kita menggunakan masker yang ada cengkuknya,” pungkasnya.