Heboh Pesan Berantai Penerapan Ganjil-Genap untuk Motor, Kadishub: Itu Hoax

23
Ilustrasi (net)

MONITOR, Jakarta – Masyarakat Jakarta belakangan ini dihebohkan dengan pesan berantai pada aplikasi percakapan WhatsApp (WA) soal pemberitahuan adanya penerapan pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap bagi sepeda motor.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pun langsung bereaksi. Pihaknya menyebut pesan berantai di aplikasi WA itu sangat jelas palsu alias Hoax.

Dalam pesan tersebut tertulis pengendara roda dua waspada karena ganjil genap bagi roda dua akan dilakukan uji cobanya pada 18-31 Juli dan diterapkan mulai Agustus 2018. Sementara saat ini tahun 2019.

Syafrin menjelaskan, saat ini pihaknya juga belum memutuskan untuk memberlakukan kembali ganjil genap bagi roda empat seperti yang diusulkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) apalagi bagi roda dua.

“Belum ada keputusan itu,” tegas Syafrin saat dihubungi.

Syafrin menegaskan pihaknya masih berkoordinasi di internal Dishub DKI guna memutuskan penerapan kembali ganjil genap versi Asian Games 2018.

Sebelumnya BPTJ mengusulkan agar Pemprov DKI menerapkan kembali ganjil genap yang dilangsungkan selama perhelatan Asian Games yakni dengan jam yang lebih panjang sejak pukul 06.00 sampai pukul 21.00.

Sebab, setelah dievaluasi ganjil genap yang digelar selama Asian Games 2018 adalah yang paling efektif mengurangi kemacetan.

Menurutnya kebutuhan ganjil genap saat Asian Games 2018 didorong untuk memberi kelancaran selama acara olahraga terbesar se-Asia tersebut. Sementara kini kebutuhan itu berbeda karena murni untuk mengurangi kemacetan.

“Ganjil genap saat Asian Games dilakukan memang kondisi mengharuskan, dan sukur terbukti efektif mengurangi kemacetan. Jadi kalau untuk sekarang ini masih kita bahas,” pungkasnya.