Jamaah Haji Diminta Tetap Waspada Praktik Kejahatan

87
Ilustrasi jamaah haji di Makkah

MONITOR, Jakarta – Jamaah haji Indonesia diminta terus waspada karena kejahatan bisa terjadi di mana saja. Jangan mudah percaya kepada orang asing, dan jika terdapat masalah hanya diperkenankan meminta bantuan kepada petugas.

Demikian disampaikan Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Arab Saudi, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Akhmad Jauhari sebagaimana dikutip yang dilansir laman Kemenag.go.id, Kamis (11/7).

“Jangan merasa ini di Tanah Suci kemudian menganggap tidak akan ada praktik kejahatan. Yang namanya kejahatan itu di manapun ada. Termasuk di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Apalagi di tengah kerumunan orang, potensi itu selalu ada,” kata Jauhari mengingatkan.

Untuk itu, ia mengimbau jamaah agar tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal, kecuali petugas dibekali dengan seragam, baju, rompi, topi, dan menggunakan tanda pengenal (id card).

“Atribut id card ini harus selalu melekat di petugas, kalau ada orang yang memakai pakaian seragam tapi tidak pakai atribut perlu diwaspadai,” imbau Jauhari.

Menurutnya, id card menjadi pelengkap yang mutlak bagi petugas haji karena melalui id card, jamaah dapat mengenali bahwa yang bersangkutan adalah petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1440H/ 2019M.

Jemaah juga diimbau agar selalu waspada ketika ada seseorang menawarkan jasa penitipan barang dan jemaah disarankan untuk tidak keluar hotel sendirian.

“Ketika sendirian, akan menjadi sasaran orang-orang yang akan melakukan niat jahat,” imbuhnya.

Begitu juga dengan perhiasan, ia mengimbau jemaah haji agar tidak menggunakan perhiasan yang mengundang terjadinya kejahatan.