Miliki Segudang Prestasi, Presiden Disarankan Pertimbangkan Pakde Karwo di Kabinet

1185

MONITOR, Jakarta – Figur mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo mulai ramai diperbincangkan di media sosial dan mainstream sebagai salah satu kandidat yang layak masuk kabinet kerja jilid dua nanti.

Terlebih, pada Pilpres 2019 kemarin, dinilai Pakde Karwo melalui Komunitas JoWo (Jokowi-Ma’aruf Amin-Soekarwo)  total bergerak mendukung kemenangan Jokowi-Maaruf Amin di Jawa Timur. Dan itu, terbukti Jokowi-Ma’aruf Amin unggul dengan 7,79 juta suara dari pasangan Prabowo-Sandi di Jawa Timur.

Demikian disampaikan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Yogyakarta, Ithor Iskandar dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (10/7).

“Pakde Karwo yang sudah terbukti memimpin selama dua periode dan juga meraih seratusan lebih prestasi dibidang pembangunan, baik prestasi nasional maupun internasional sudah dibuktikan oleh sosok Pakde Karwo saat memimpin Jatim,” kata dia.

Dari ratusan prestasi tersebut, sambung Ithor, Pakde Karwo yang juga memiliki pemikiran secara konseptual, sebagai seorang birokrat, tetapi juga merupakan seorang pemikir, yang banyak menuangkan karyanya dalam bentuk penerbitan buku.

Antara lain: Jatimnomics: sebuah model Indonesia Incorporated, Buku Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan Prinsip-prinsip Good Financial Governance, buku Berkaca Dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi, buku Dual Track Strategi Pendidikan Vokasional.

“Serta masih banyak lagi buku yang ditulis oleh Pakde Karwo. Hal ini menandakan bahwa beliau adalah sosok ideologis yang juga pemikir dan implementatif,”ucap tokoh masyarakat Kalimantan Utara itu.

Selain itu, Alumni GMNI Yogyakarta lainnya, seperti Gerson Kossay melihat Pakde Karwo merupakan sosok kader yang lahir dari rahim marhaenisme, juga seorang nasionalis tulen yang pernah menakhodai sebagai Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) periode 2010-2014.

“Terbukti, telah mempraktikkan konsep Trisakti ala Bung Karno saat memimpin Jatim, dan mampu membawa daerah itu sebagai Provinsi yang terdepan dalam hal pertumbuhan ekonomi di kancah nasional maupun regional, juga menjadikan Jatim sebagai sentra pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling berkembang pesat di tanah air saat ini,” sebut dia.

Dikatakan dia, terdapat 6.825.931 sentra UMKM di Jatim yang menyerap tenaga kerja lebih dari 11 juta orang, kata Bung Gerry sapaan akrabnya, yang aktif pada LSM di Papua (Wamena).

Gerry juga menekankan apa yang telah dirintis oleh Pakde Karwo sangat visioner untuk konsep perdagangan antar daerah yang dinilai penting untuk memastikan adanya pertukaran perdagangan kebutuhan masyarakat di tiap daerah dalam hasil sumber daya alam (SDA), dan bahkan dapat memperkuat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di daerah-daerah, dengan karakteristiknya wilayah kepulauan. 

“Tentu visi Pakde Karwo ini dapat diteruskan dalam memperkuat logistik dan konektivitas ekonomi antar-daerah. Bahkan Jawa Timur telah membuka 26 KPD (Kantor Perwakilan Dagang) di 26 provinsi,” pungkasnya.