PEMERINTAHAN

Tahun 2026, Desa-desa Berpotensi Sumbang GDP 1,4 Triliun

MONITOR, Jakarta – Tujuh tahun ke depan (tahun 2026) desa-desa berpotensi mengkontribusikan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia sebesar 1,2 hingga 1,4 Triliun USD. Hal tersebut dikatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo pada dialog Merajut Masa Depan Indonesia yang diselenggarakan United in Diversity di Jakarta, Kamis (4/7).

Ia mengatakan, dalam empat tahun terakhir pendapatan masyarakat desa meningkat dari Rp572 ribu per kapita per bulan pada Tahun 2014 menjadi Rp804 ribu per kapita per bulan pada tahun 2018. Menurutnya, tujuh tahun ke depan pendapatan masyarakat desa berpotensi meningkat hingga Rp2 juta per kapita per bulan.

“Apa artinya, Indonesia itu negara besar. Sekarang penduduk desa ada 120 juta jiwa. Tujuh tahun lagi mungkin ada 150 juta. Kalau income (pendapatan) per kapita Rp2 juta, itu artinya desa punya pendapatan Rp300 Triliun per bulan, itu akan menciptakan daya beliRp1.500 Triliun satu bulan atau Rp18.000 Triliun satu tahun. Kalau itu terjadi artinya desa mampu mengkontribusikan GDP sebesar 1,2-1,4 Triliun USD atau lebih besar dari total GDP Indonesia saat ini,” terangnya.

Eko mengatakan, salah satu faktor terjadinya peningkatan pendapatan masyarakat desa adalah pembangunan infrastruktur secara masif dari dana desa. Tak hanya peningkatan pendapatan, menuurtnya, dana desa juga berkontribusi menurunkan angka stunting Indonesia dari angka 37 persen tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada tahun 2018.

“(dana desa) Dalam membangun jalan saja dalam empat tahun terakhir telah mampu membangun sepanjang 191.600 kilometer. Ada yang bilang ini empat kali mengelilingi dunia. Tapi Indonesia negara besar, 191.600 Kilometer kalau dibagi lebih dari 74 ribu desa dibagi 4 tahun, per desa hanya membangun 600 meter jalan per tahun,” ungkapnya.

Selain dana desa, menurutnya, pembangunan desa juga melibatkan pihak swasta dan ratusan perguruan tinggi yang tergabung dalam Pertides (Forum Perguruan Tinggi untuk Desa). Terkait hal tersebut ia juga membuka pintu kerjasama bagi lembaga/instansi untuk bersama-sama membangun perdesaan.

“Tahun lalu kita kirim 75.000 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik. Mahasiswa bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa. Selain itu, mahasiswa juga bisa mendapatkan pelajaran dan pengalaman dari masyarakat desa. Peluang-peluang di desa sangat besar. Jadi silahkan, kalau United in Diversity mau bekerjasama monggo (silahkan),” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai negara besar pada tahun 2050 Indonesia berpotensi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 terbesar dunia. Menghadapi hal tersebut, lanjutnya, dibutuhkan kerjasama antar instansi/lembaga untuk menurunkan angka kemiskinan dan kesenjangan.

“Salah satu faktor yang bisa meruntuhkan potensi itu adalah kemiskinan dan kesenjangan. Karena itu kita harus bersama-sama menurunkan kemiskinan dan kesenjangan,” ujarnya.

Recent Posts

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

13 jam yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

14 jam yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

15 jam yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

16 jam yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

16 jam yang lalu

Verifikasi Seleksi PPIH 2027 Tetap Berjalan, CAT Dilaksanakan Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

18 jam yang lalu