PERTANIAN

Penguatan Peran Koperasi di Kawasan Bawang Merah Kabupaten Malang

MONITOR, Malang – Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra bawang merah di Provinsi Jawa Timur. Budidaya bawang merah banyak dilakukan di Kecamatan Ngantang dan Pujon. Salah satu upaya penguatan kelembagaan petani bawang merah di Kecamatan Ngantang adalah pembentukan Koperasi Tani Maju Sejahtera di Desa Purworejo yang berdiri sejak bulan April 2018 dan sudah berbadan hukum.

Koperasi ini beranggotakan petani bawang merah yang berasal dari kelompok tani di Kecamatan Ngantang dan Pujon dengan jumlah anggota 165 orang. Pendirian koperasi diinisiasi sejak adanya kegiatan korporasi bawang merah tahun 2018 yang merupakan program Kementerian Pertanian. Pembentukan koperasi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan cara menjaga kestabilan harga bawang merah di setiap musim. Namun koperasi ini masih terkendala dengan jumlah modal yang belum cukup untuk menyerap hasil panen bawang merah dari petani, sehingga masih banyak petani yang menjual hasil panen bawangnya lewat tengkulak. Ke depan, pihak koperasi berencana untuk membuat unit usaha agar dapat meningkatkan jumlah modal koperasi.

Salah satu kelompok tani yang tergabung di koperasi ini adalah Kelompok Tani Karya Bhakti I. Menurut Wahyu Werdiono, sekretaris desa sekaligus anggota koperasi dan petani di Desa Purworejo, modal koperasi yang masih kecil ini belum memungkinkan untuk membantu permodalan petani. Untuk mengatasi permodalan anggota koperasi, Sekretaris Desa bekerjasama dengan Perbankan, dengan cara membantu Bank dalam menyalurkan kredit usaha yang berbunga rendah untuk petani.

“Saya berharap mendapatkan bimbingan/pendampingan dari Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, dan Dinas Pertanian untuk mendapatkan akses pasar bawang merah bagi koperasinya,” ujar Wahyu.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mendorong petani untuk menerapkan budidaya bawang merah yang ramah lingkungan.

“Dengan cara menggunakan lebih banyak pupuk organik, menggunakan agensia hayati, pestisida nabati dan mengurangi penggunaan pestisida kimia. Dengan begitu produk yang dihasilkan akan lebih aman untuk konsumen, sehat untuk petani dan lingkungan, serta biaya usahatani jadi lebih murah,” ujar Yanti.

Recent Posts

Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Apresiasi Dedikasi Petugas dan Tegaskan Penguatan Kualitas Layanan

MONITOR, Tangerang - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas…

2 jam yang lalu

Waka DPR Cucun Minta Pelaku Penyekapan Perempuan Dihukum Berat, Dorong Polri Tingkatkan Keamanan Warga

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta agar pelaku kasus penyekapan…

2 jam yang lalu

Pemadaman Listrik Bergilir Masih Pelik, Legislator Minta Pejabat yang Bertanggung Jawab Mundur!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kembali meminta PT PLN (Persero)…

2 jam yang lalu

DPR Minta Agar Ketersediaan Solar dan Pupuk Subsidi Jadi Prioritas Program Pemerintah Tahun 2027

MONITOR, Jakarta - Berbagai kementerian/lembaga meminta tambahan anggaran untuk program Pemerintah di tahun 2027. Di…

2 jam yang lalu

Apakah MBG Indonesia Sama dengan Program Makan Gratis Jerman Pasca Perang Dunia II?

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional Prodi Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Makan…

2 jam yang lalu

Kemnaker dan Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dan PT Huawei Tech Investment…

4 jam yang lalu