Saksi 02 Emak-emak Diremehkan, Begini Reaksi BPN

3583
Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

MONITOR, Jakarta – Keterangan para saksi yang dihadirkan oleh tim hukm Prabowo-Sandi di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (19/6) kemarin terlihat diremehkan. Hal itu terlontar dari pernyataan Koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil menilai, kuasa hukum tim KPU tampak memandang sebelah para saksi 02 terutama dari kalangan perempuan.

Tampak jelas, keraguan kuasa hukum KPU terhadap kesaksian perempuan seperti Beti Kristiana. Namun Dahnil menegaskan, mereka datang dengan penuh percaya diri menjadi saksi bagi Prabowo-sandi dan sangat militan.

“Pengacara pihak KPU terlihat meremehkan militansi emak-emak yang menjadi saksi di MK malam ini, mereka seolah tidak percaya ada emak-emak yang rela secara sukarela mau menjadi saksi di kecamatan dengan penuh militansi,” kata Dahnil Anzar, Kamis (20/6).

Pada keterangannya, Dahnil mengatakan bahwa Beti dari daerah Juwangi bersaksi telah menempuh perjalanan jauh selama tiga jam di Boyolali, Jawa Tengah, untuk memantau suara Prabowo-Sandi agar tidak dicurangi.

“Padahal setiap hari selama kampanye, saya merasakan getaran militansi. Bagi kuasa hukum KPU, mereka terlihat ragu ada perempuan seperti Bu Juwangi yang berjalan 3 jam, menelusuri medan berat di Boyolali hanya untuk memastikan suara Prabowo Sandiaga Uno tidak dicurangi dan memastikan demokrasi yang jujur dan adil,” kata Dahnil.

“Bagi kami, itulah salah satu contoh milintasi,” tambahnya lagi.