Demokrat Bakal Putuskan Nasib Max Sopacua CS Pekan ini

2861
Ketua DPP Bidang Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (net)

MONITOR, Jakarta – Konflik internal sedang melanda Partai Demokrat. Perselisihan itu muncul setelah para senior partai berlambang mercy itu membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD).

GMPPD terdiri dari Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, pendiri Demokrat Ahmad Mubarok, dan tokoh senior lain seperti Ahmad Jaya dan Ishak. Mereka mendesak DPP Partai menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) paling lambat pada 9 September 2019.

Menanggapi hal itu, Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pada minggu ini Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin akan mengeluarkan keputusan ihwal nasib mereka sebagai kader apakah berlanjut atau tidak.

Namun, ia tak bisa memastikan soal waktu keputusan itu kapan dikeluarkan.

“Dewan kehormatan akan kembali bekerja sesuai dengan kewenangan untuk mengevaluasi dan memberi hukuman-hukuman terhadap pihak-pihak yang dianggap menyalahi etika partai,” ujarnya, Senin (17/6).

Ia mengaku tak bisa memastikan benar atau tidak terkait ocehan Wasekjen Andi Arief yang menyebut Max Sopacua adalah makelar partai lantaran menawarkan posisi ketua umun kepada Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo.

“Andi Arief menyampaikan itu tentu punya dasar. Cuma yang jadi dasar beliau, saya belum bisa sampaikan karena saya belum berkomunikasi,” katanya.

Bila tudingan Andi Arief itu benar, ia mengaku tak mengetahui sanksi apa yang bakal diterima oleh para senior Partai Demokrat yang tergabung ke dalam GMPPD. Hal itu merupakan kewenangan penuh dari seorang Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin.

“Saya tidak mau masuk ke situ, itu kewenangan dewan kehormatan,” pungkasnya.