Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (dok: Kompas)
MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan fakta bahwa masyarakat Tanah Air kini tak percaya dengan prinsip jujur dan adil (jurdil) dalam perhelatan konstelasi politik hari ini.
Melalui survei nasional yang dilakukan lembaga Saiful Mujani pada 20 Mei hingga 1 Juni 2019, penilaian jurdil tampak mengalami penurunan.
“Dalam waktu 1,5 bulan, penilaian terhadap jurdilnya pemilu 2019 menurun tajam. Saat hari H, 93,8% responden yang menggunakan hak pilih menilai pemilu jurdil. Sebulan kemudian, survei SMRC menemukan mereka yang menilai jurdil turun,” ungkap Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan tertulisnya yang dikutip MONITOR, Senin (17/6).
Dosen Fisip UIN Jakarta ini mengatakan, penurunan ini ditunjang oleh sejumlah faktor salah satunya adalah propaganda politik seperti narasi pemilu curang.
“Narasi pemilu curang menyumbang terhadap perubahan opini ini. Contoh bahwa propaganda itu memang efektif,” terangnya.
Ia mengakui, kini alat propaganda tak hanya dilakukan oleh pemerintah saja seperti era sebelumnya, namun juga dilakukan kubu oposisi. Apalagi, kata dia, dengan massifnya kampanye melalui media sosial.
“Kalau dulu mesin propaganda hanya dimiliki penguasa, kini oposisi pun punya mesin yang efektif dengan adanya medsos. Dan mereka sadar, propaganda medsos tidak boleh berhenti. It really works,” tukasnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…